Banyak orang mengira alkohol hanya terdapat pada minuman keras. Padahal, sejumlah makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata juga mengandung alkohol alami dalam kadar sangat kecil yang terbentuk melalui proses fermentasi atau pematangan.
Keberadaan alkohol alami pada makanan ini umumnya tidak membahayakan dan berbeda dengan alkohol yang terdapat pada minuman beralkohol. Namun, fakta tersebut masih belum banyak diketahui masyarakat sehingga kerap menimbulkan pertanyaan, terutama terkait keamanan konsumsi maupun pandangannya dalam berbagai aspek.
Lantas, makanan apa saja yang secara alami mengandung alkohol? Berikut lima jenis makanan yang mungkin sering Anda konsumsi tanpa menyadari adanya kandungan alkohol alami di dalamnya.
Makanan Sehari-hari yang Mengandung Alkohol Alami
Makanan sehari-hari apa saja yang mengandung alkohol? Dilansir detikFood dari starinsider.com, berikut daftarnya!
1. Pisang Matang
Semakin matang pisang maka kandungan alokoholnya bisa semakin tinggi. Foto: Getty Images/DRW-Artworks
Pisang, terutama yang sudah terlalu matang, mengandung alkohol sebesar 0,2-0,4% ABV. Namun, presentase alkoholnya bisa meningkat.
Sebab, seiring bertambahnya usia simpan pisang, buah mulai berfermentasi. Kandungan pati di dalam pisang matang berubah menjadi gula sederhana. Jamur atau ragi alami yang ada di lingkungan sekitar mulai memakan gula tersebut. Peruraian gula oleh ragi tanpa oksigen menghasilkan gas dan senyawa etanol atau alkohol dalam kadar kecil.
Oleh karena itu, semakin matang pisang maka semakin tinggi kadar alkohol ABV-nya.
2. Kue dan Pie
Ekstrak vanili atau rum bisa ditemukan dalam berbagai macam hidangan penutup, seperti kue dan pie. Biasanya tambahan bahan tersebut digunakan sebagai penguat aroma, pelembap tekstur, atau pelarut ekstra rasa.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika makanan manis ini mengandung alkohol. Meskipun hidangan dessert ini biasanya dipanggang, suhu panas hanya menghilangkan sekitar 60% kandungan alkoholnya. Namun, tidak perlu khawatir, jumlah ekstrak vanili yang digunakan dalam produk dessert ini tidak signifikan.
3. Roti
Roti terlihat seperti makanan yang aman. Namun, sebenarnya makanan ini mengandung sedikit alkohol karena proses fermentasi.
Roti umumnya dibuat menggunakan perpaduan bahan, seperti tepung terigu, air, ragi, garam, gula, lemak, susu bubuk, dan pengemulsi. Namun, dalam proses pembuatabnya, roti mengalami proses fermentasi ketika ditambah ragi.
Ragi merupakan mikroorganisme yang berperan dalam pengembangan roti. Ketika dicampur, udara masuk ke dalam adonan yang digunakan ragi untuk tumbuh. Mengakibatkan kondisi anaerob yang terjadi selama proses fermentasi.
Ketika kondisi air cukup dan ada makanan bagi yeast atau ragi, maka ragi tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksidan. Gas tersebut lalu ditahan oleh adonan, sehingga adonan mengembang.
Selain menghasilkan gas, proses fermentasi adonan roti juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan penurunan pH.
Di dalam roti, kurang lebih terdapat sebesar 1,18 - 1,28% ABV.
Simak Video "Video: Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Pegawai Ditangkap!"
(astj/astj)