Wali Kota Medan Rico Waas menyinggung terkait keinginannya agar Kota Medan tetap hijau meskipun 2886 pohon ditebang untuk pembangunan koridor Bus Rapid Transit (BRT) yang melintasi Medan-Binjai dan Deli Serdang (Mebidang). Hal ini disampaikan Rico saat ditanya terkait progres pembangunan koridor BRT di Medan.
"Kemarin saya juga minta laporan update terakhir. Yang saya butuhkan dari Pemerintah Kota Medan adalah tentang desain-desain dari setiap intersection, ya. Atau pun, ini kan panjang ya. Jadi, bagaimana desainnya? Saya juga tanya penghijauan kami bagaimana ini pohon-pohonnya. Saya minta kalau bisa tetap hijau gitu. Karena kita butuh ini," kata Rico, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Rico, pembangunan BRT Mebidang ditargetkan dapat menambah jumlah masyarakat yang menggunakan kendaraan umum. Ia mengatakan, saat ini Pemkot Medan masih terus berkoordinasi terkait desain BRT khususnya di jalan-jalan besar di Kota Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kan niatnya agar masyarakat juga bisa lebih banyak menggunakan kendaraan umum. Tapi kami butuh desainnya ini. Pertama contoh Gatot Subroto. Ini kan jalan besar ya. Jalannya itu lebar, dan juga ada potongan-potongan jalannya. Ini desainnya seperti apa? Tipe yang sedang kami minta dari Kementerian Perhubungan juga," katanya.
Saat ditanyai terkait persentase progres pembangunan koridor BRT, Rico mengaku tidak mengetahui secara pasti. Menurutnya, saat ini Pemkot Medan meminta pendampingan Kementrian Perhubungan terkait progres BRT yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027.
"Kami juga berharap bisa nanti juga mendapatkan asistensi dari Kementerian Perhubungan. Saya lagi mencoba komunikasi agar nantinya semua perjalanan BRT ini bisa efektif, efisien, berkelanjutan, sustainable. Kita pengen ini bisa dipakai puluhan tahun, memang menjadi legacy baik untuk masyarakat Kota Medan yang memang membutuhkan moda transportasi umum yang lebih baik lagi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 2.886 pohon ditebang dalam rangka pembangunan koridor Bus Rapid Transit (BRT) Medan - Binjai - Deli Serdang (Mebidang).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Irsan Idris Nasution mengatakan, dalam proses pembangunan, beberapa ruas jalan akan terganggu.
"Dalam rangka pembangunan BRT di Kota Medan tahun 2026, salah satu prioritas kita adalah penebangan pohon lebih kurang 2.886 pohon. Dalam proses pembangunannya kami menyadari bahwa saat proses konstruksi BRT Metropolitan akan menyebabkan kemacetan, baik dari wilayah Deli Serdang maupun dari wilayah Kota Binjai," ujar Irsan dalam video yang diunggah di akun Instagram Dishub Medan dilihat detikSumut, Jumat (8/5/2026).
Dikatakan Irsan, nantinya BRT akan beroperasi dan menghubungkan tiga wilayah. Ia berharap dukungan dari warga Kota Medan untuk keberlangsungan pembangunan koridor BRT.
"Kami memohon dukungan dari warga Medan selama pembangunan berlangsung. Upaya ini dilakukan demi kelancaran konstruksi fasilitas transportasi yang lebih modern dan terintegrasi bagi warga Medan, Binjai, dan Deli Serdang," tutupnya.
