DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) telah melakukan Rapat Paripurna membahas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tapteng tahun anggaran 2025. Pada rapat itu, mayoritas anggota DPRD menolak LKPD dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng.
"Tiga fraksi yaitu Golkar, Gerindra, dan NasDem menolak LKPD. Totalnya tiga fraksi itu ada 26 orang dari 35 orang total anggota DPRD," kata Wakil Ketua DPRD Tapteng, Joneri Sihite, Kamis (30/7/2026).
Joneri yang merupakan perwakilan dari Fraksi Partai Golkar menyebut penolakan itu karena sejumlah alasan. Salah satunya soal penanganan bencana yang terjadi di Tapteng pada akhir tahun 2025 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling krusial itu, pertama soal penanganan bencana yang utamanya itu pada November hingga Desember (2025). Itu efeknya sampai sekarang," ungkapnya.
Selain soal penanganan bencana, kata Joneri, penolakan LKPD itu juga karena banyaknya silpa anggaran Pemkab Tapteng. Total ada Rp 175 miliar anggaran yang masuk kategori silpa.
"Totalnya (APBD Tapteng) itu Rp 1,1 triliun. Tapi di belanja pegawai kan besar kali itu 54 persen. Belanja perlengkapan dan peralatan. Untuk pembangunan itu sisa Rp 250 miliar," ucapnya.
"Artinya dari Rp 250 miliar (untuk pembangunan daerah), Rp 175 miliar tidak terpakai (silpa). Paling terpakai Rp 75 miliar," imbuhnya.
Joneri menyebut hal ini juga terjadi tahun anggaran 2026 yang sedang berjalan ini. Banyak pembangunan yang belum dimulai dikerjakan.
Terkait penanganan bencana, kata Joneri, masih banyak warga korban bencana di Tapteng yang masih belum menerima bantuan jaminan hidup (jadup).
"Dari 34 ribu yang kena bencana yang mengajukan, baru 9 ribu yang teregistrasi. Bantuan ini memang dari pemerintah pusat, tapi administrasi pengajuannya yang tidak berjalan dari sini," tuturnya.
Menurut Joneri, persoalan ini terjadi karena organisasi perangkat daerah (OPD) di Tapteng yang tidak berjalan. Joneri menyebut karena banyak pimpinan OPD yang pelaksana harian.
"Ujung-ujungnya mereka tidak kerja maksimal," jelasnya.
Baca juga: 145 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Tapteng |
