Manusia ketika sedang dihadapkan dengan berbagai masalah, maka hanya bisa berusaha dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Hal tersebut, dalam Islam, dinamakan sebagai ikhtiar dan tawakal.
Dilansir detikHikmah, dalam buku Tawakal Bukan Pasrah tulisan Supriyanto, keduanya memang memiliki hubungan yang erat. Tawakal bukan merupakan sikap kepasifan seseorang atau melarikan diri dari kenyataan melainkan harus melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh.
Allah SWT meyakinkan umatnya, ketika seseorang merasa dirinya berada dalam kesulitan agar tidak berputus asa. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al Insyirah ayat 5-6:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Menurut Ibnu Katsir satu kesulitan tidak dapat mengalahkan dua kemudahan. sesuai ayat di atas, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.
3 Doa Saat Berada dalam Masa Sulit
Berikut beberapa doa yang bisa kita panjatkan saat seseorang sedang berada dalam kesulitan:
1. Zikir Penyerahan Diri
Doa ini merupakan penggalan dari surah Ali Imran ayat 173:
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Latinnya: Hasbunallah wani mal wakil ni mal maula wani'man nasir
Artinya: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung."
Syekh Abil Hasan asy-Syadzili dalam buku Berlimpah Harta dengan Beragam Dzikir, Shalat, dan Puasa Khusus karya Muhammad Arifin Rahman, menyebutkan beberapa manfaat atau keutamaan membaca hasbunallah wanikmal wakil:
- Mendapatkan pertolongan Allah SWT dan dicintai banyak orang.
- Senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.
- Memperoleh kemuliaan yang langgeng, berkecukupan, dan memperoleh pertolongan saat mendesak.
- Bisa memberi solusi ketika mengalami kebuntuan apa saja.
- Membantu menarik massa maupun menambah pengikut.
- Dapat melumpuhkan kekuatan orang zalim.
Baca juga: Doa Terbaik dari Anak untuk Orang Tua |
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW biasa membaca doa ketika bersedih hati, yaitu:
لا إله إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (رامسلم والبخاري)
Laailaaha illalloohul 'azhiimil haliim, laa ilaaha illalloohu robbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul 'arsyil kariim.
Artinya: "Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang Mahaagung lagi Mahasantun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arasy yang agung, Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arasy yang agung." (HR. Bukhari dan Muslim)
Berkata Imam Thabrani, "Para ulama salafus shalih biasa mengamalkan doa ini dan mereka menamakannya doa "Al Kurb" artinya doa kesedihan atau kesusahan.
Mengutip dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi tulisan Syamsuddin Noor, ini adalah doa yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS saat sedang terjebak dalam perut paus merupakan doa penyesalan. Doa ini adalah bagian dari surah Al-Anbiya ayat 87:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latinnya: Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin
Artinya: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
3. Zikir Ya Hayyu Ya Qayyum
Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca Ya Hayyu Ya Qayyum sebagai salah satu bacaan zikir pagi dan petang.
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW berpesan kepada Fatimah RA,
"Hendaklah kamu mendengar apa yang aku wasiatkan kepada kamu, yaitu ucapkanlah apabila masuk waktu pagi dan apabila masuk waktu petang.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ.
Latin: yaa hayyu ya qayyum birahmatika astaghiitsu, ashlih lii syaknii kullahu, wa laa takilnii ila nafsii tarafata 'aini
Artinya: Wahai yang Maha Hidup! Wahai yang Maha Kekal selamanya, dengan Rahmat Engkau aku memohon pertolongan daripada sebarang kesukaran. Perbaikilah bagiku setiap urusanku dan janganlah Engkau biarkan aku mengurusi diriku sendiri walau sekelip mata." (Hadits Hasan oleh Al-Hakim)
Artikel ini telah tayang di detikHikmah, baca selengkapnya di sini
Simak Video "Video Pramono: Toleransi Kunci Kehidupan di Jakarta Berjalan Baik"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
