Salah satu amalan yang tidak terputus setelah seorang meninggal dunia adalah doa anak yang saleh. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Rasulullah bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."
Dari sekian banyak doa, ada satu ayat dalam Al-Qur'an yang bisa menjadi hadiah terbaik untuk orang tua. Doa untuk orang tua tersebut terdapat dalam Al-Qur'an surah Al Isra ayat 24. Allah SWT sendiri yang memerintahkan hamba-Nya memanjatkan doa ini. Dia berfirman,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."
Berikut bacaan doa untuk orang tua mengacu pada surah Al Isra ayat 24 lengkap tulisan Arab, latin, dan artinya.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Menerbeb dalam Suku Pakpak |
Doa Terbaik untuk Orang Tua dalam Surah Al Isra Ayat 24
رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Rabbirḥamhumā kamā rabbayānī ṣagīrā(n).
Artinya: "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."
Tafsir Surah Al Isra Ayat 24
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, surah Al Isra ayat 24 berisi tentang perintah Allah SWT kepada kaum muslimin agar bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang kepada kedua orang tuanya.
Maksud sikap rendah hati dalam ayat ini adalah menaati perintah orang tua selama perintah itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan agama. Sikap taat ini merupakan tanda kasih sayang dan hormatnya seorang anak kepada orang tua, terutama ketika orang tua sangat membutuhkan pertolongan anaknya. Sikap rendah hati ini harus dilakukan dengan penuh kasih sayang, bukan dibuat-buat melainkan timbul dari hati nurani.
Pada akhir ayat, Allah SWT memerintahkan kaum muslimin mendoakan orang tua mereka agar dilimpahkan kasih sayang sebagai balasan atas kasih sayang orang tua dalam mendidik anaknya.
Perintah ini juga disampaikan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, beliau memerintahkan jihad dengan cara berbakti kepada orang tua yang masih hidup.
عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قُلْتُ نَعَمْ، قَالَ فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ. (رواه مسلم والبخاري فى الأدب)
Artinya: Diriwayatkan dari 'Abdullāh bin 'Umar bahwa sesungguhnya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW meminta izin kepadanya, agar diperbolehkan ikut berperang bersamanya, lalu Nabi bersabda, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Orang laki-laki itu menjawab, "Ya." Nabi bersabda, "Maka berjihadlah kamu dengan berbakti kepada kedua orang tuamu." (HR Muslim dan Bukhari dalam Bab al-Adab)
Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa berbuat baik kepada orang tua adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT. Ibnu Mas'ud meriwayatkan:
سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ؟ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا، قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. (رواه البخاري و مسلم عن ابن مسعود)
Artinya: Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, "Amal yang manakah yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya?" Rasulullah menjawab, "Melakukan salat pada waktunya." Saya bertanya, "Kemudian amal yang mana lagi?" Rasulullah menjawab, "Berbuat baik kepada kedua ibu bapak." (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)
Simak Video "Video KPAI: Kurangnya Kasih Sayang Ortu Jadi Penyebab Kenakalan Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
