Iran Eksekusi Mati Dua Pria Terkait Protes Antipemerintah di Isfahan

Internasional

Iran Eksekusi Mati Dua Pria Terkait Protes Antipemerintah di Isfahan

Rita Uli Hutapea - detikSumut
Selasa, 28 Jul 2026 17:59 WIB
A noose is seen as people hold Iranian flags during a protest in Munich, Germany, Feb. 17, 2023. (Reuters)
Ilustrasi hukuman gantung (Foto: dok. Reuters)
Jakarta -

Lembaga peradilan Iran mengeksekusi mati dua pria yang divonis bersalah terkait aksi protes antipemerintah yang memuncak pada Januari lalu. Eksekusi dilakukan dengan cara digantung di ruang publik, tepatnya di sebuah alun-alun di Provinsi Isfahan.

"Hukuman mati Abolfazl Sepahi dan Amir-Hossein Safari telah dilaksanakan pagi ini," kata situs web Mizan Online milik lembaga peradilan Iran, dilansir detikNews dari kantor berita AFP, Selasa (28/7/2026).

Kantor berita Mehr melaporkan bahwa pelaksanaan hukuman gantung berlangsung di "sebuah alun-alun di kota Malekshahr" di Provinsi Isfahan bagian tengah. Eksekusi tersebut disebut disaksikan oleh banyak warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mizan, kedua terpidana dinyatakan bersalah karena "menyerang petugas polisi dengan parang dan pisau, mengikat mereka ke rambu jalan, menyeret mereka di tanah, menyiram mereka dengan bensin, dan membakar mereka pada tanggal 8 Januari," kata Mizan.

Selain itu, keduanya dijatuhi hukuman atas tuduhan "moharebeh (melancarkan perang melawan Tuhan) dengan mengacungkan senjata dan menciptakan ketakutan dan teror dan korupsi di bumi karena melakukan tindakan yang sangat mengganggu ketertiban umum dan keamanan di negara itu".

ADVERTISEMENT

Gelombang protes di Iran bermula pada akhir Desember tahun lalu akibat tingginya biaya hidup. Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah yang meluas dan mencapai puncaknya pada 8 hingga 9 Januari.

Pemerintah Iran melaporkan lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Otoritas setempat menuding kekerasan dipicu oleh "tindakan teroris" yang diatur oleh Amerika Serikat dan Israel. Sebaliknya, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di luar negeri menuduh aparat keamanan Iran menembaki para pengunjuk rasa.

Sebelumnya, pada 19 Juli lalu, dua pria lainnya juga dieksekusi dengan cara digantung di Provinsi Isfahan atas tuduhan yang serupa. Berdasarkan catatan Amnesty International, Iran merupakan negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads