Walau ramuan 'awet muda' abadi hanyalah mitos, pola makan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari berperan penting dalam menjaga kualitas hidup sekaligus mempengaruhi harapan hidup seseorang. Beberapa ahli gizi mengungkap sejumlah minuman yang kaya akan senyawa antioksidan mampu mendukung kesehatan otak, jantung, hingga usus demi menunjang umur panjang.
Dilansir detikHealth dari laman Health, berikut empat minuman sehat yang disebut dapat memperpanjang umur dari pandangan sejumlah ahli gizi:
4 Minuman yang Disebut Bisa Bnatu Awet Muda dan Panjang Umur
1. Air Putih
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air putih mungkin terkesan sederhana, namun perannya sangat penting untuk mencegah penuaan dini. Hidrasi yang cukup mendukung semua fungsi organ tubuh, mulai dari melumasi sendi, melancarkan pencernaan, sampai menjaga fungsi ginjal.
Studi menunjukkan bahwa orang yang kurang terhidrasi lebih berisiko mengalami penuaan biologis lebih cepat dan terkena penyakit kronis di usia muda. Secara umum, wanita disarankan minum sekitar 9 gelas air per hari, sementara pria sekitar 13 gelas.
2. Kopi
Kabar baik bagi para pencinta kopi. Minum kopi tanpa pemanis dalam jumlah sedang, sekitar 2 hingga 4 cangkir sehari, dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Terutama kalau diminum di saat pagi.
Kandungan polifenol dan antioksidan pada kopi berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan. Kebiasaan minum kopi secara teratur juga dihubungkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit hati, hingga perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
3. Teh Hijau
Teh hijau kaya akan katekin, yakni kelompok antioksidan kuat yang ampuh melawan stres oksidatif pemicu peradangan dan penuaan dini. Salah satu jenis katekin utama, epigallocatechin gallate (EGCG) yang terbukti mendukung kesehatan jantung serta fungsi otak.
Penelitian menunjukkan bahwa rutin minum sekitar 2 cangkir teh per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, hingga penyebab lainnya.
4. Teh Hitam
Berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, Camellia sinensis, teh hitam melewati proses fermentasi yang menghasilkan antioksidan unik berupa theaflavin dan thearubigin.
Senyawa tersebut diketahui dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, mengurangi peradangan, serta mendukung keseimbangan mikrobioma baik di dalam usus.
Studi pada orang dewasa menunjukkan bahwa konsumsi minimal dua cangkir teh hitam sehari dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
