Prajurit Siswa TNI di Siantar yang Gantung Diri Sempat Hilang Saat Senam

Prajurit Siswa TNI di Siantar yang Gantung Diri Sempat Hilang Saat Senam

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 24 Jul 2026 19:39 WIB
Ilustrasi
Foto: Dok.Detikcom
Siantar -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang prajurit TNI siswa atau siswa Sekolah Calon Tamtama (Secata) di Rindam I/Bukit Barisan Kota Pematangsiantar inisial GG ditemukan tewas tergantung di pohon di belakang markas Rindam itu. Sebelum ditemukan tewas, korban tak datang saat kegiatan senam pagi.

"Pada Senin, 20 Juli 2026 sekira pukul 04.00 WIB yang bersangkutan diketahui tidak hadir pada kegiatan rutin senam pagi," kata Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandy menyebut karena korban tak hadir, pihak TNI pun mengecek dan mencari korban ke lingkungan Secata Rindam I/BB. Lalu, pada pukul 10.25 WIB, korban ditemukan tewas tergantung di pohon.

Setelah itu, jasad korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk diautopsi. Sandy menyebut autopsi itu sudah mendapatkan persetujuan keluarga.

ADVERTISEMENT

"Kodam I/BB senantiasa berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan pengawasan yang optimal kepada seluruh peserta didik selama menjalani pendidikan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Kodam I/Bukit Barisan untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan di lingkungan pendidikan TNI AD," sebutnya.

Hasil autopsi, kata Sandy, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Hasil autopsi dari Tim forensik RSUD Pematangsiantar menyatakan bahwa almarhum meninggal karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," jelasnya.

Sandy meminta tidak ada pihak yang berspekulasi terkait kematian korban ini. Sebab, kata Sandy, korban meninggal dunia karena bunuh diri.

"Tim investigasi menyebutkan bahwa penyebab meninggalnya adalah bunuh diri. Kodam I/Bukit Barisan mengajak seluruh pihak untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab meninggalnya siswa itu. Dari pihak keluarga sudah mengetahui dan menerimanya serta mengizinkan untuk dilaksanakan autopsi," sebut Sandy.

Usai diautopsi, jasad korban dibawa ke kampung halaman di Nias Barat, Selasa (21/7). Kodam I/BB menyampaikan duka cita atas kematian korban itu.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.



(fnr/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads