Polisi Dalami Kemungkinan Kelalaian Bikin Ledakan di Rumah Mewah Medan

Polisi Dalami Kemungkinan Kelalaian Bikin Ledakan di Rumah Mewah Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 24 Jul 2026 06:01 WIB
Petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan puing-puing rumah yang terdampak ledakan di Komplek Grand Polonia Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal Polrestabes Medan, ledakan tersebut diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah yang mengakibatkan lima rumah mengalami kerusakan. ANTARA FOTO/Hand Out/Humas Brimob Polda Sumut/Lmo/kye
Ledakan di rumah mewah Medan (Foto: ANTARA FOTO/Humas Brimob Polda Sumut)
Medan -

Polisi dan Perusahaan Gas Negara (PGN) tengah menyelidiki titik kebocoran gas yang menyebabkan ledakan di rumah mewah Grand Polonia Medan. Polisi menyebut mengungkap titik kebocoran gas ini sangat penting.

Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan bahwa pihaknya harus memastikan titik kebocoran pipa itu.

"Jadi, untuk siapa yang bertanggung jawab itu kan harus jelas dulu. Misalnya kalau kita anggap misalnya di karet atau di persambungan itu apakah dari semula ini (sesuai) standar pemakaian?. Itu kan nanti bisa dirunut," kata Roy, Kamis (23/7/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pengecekan itu juga perlu dilakukan untuk mendalami apakah ada kemungkinan kelalaian dalam pemasangan pipa itu.

"Apakah ini memang ada kelalaian dari yang buat atau semacam itu. Jadi, memang ini perlu ketika diketahui di mana titiknya untuk menentukan kira-kira ada yang harus bertanggung jawab enggak dengan itu," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Roy menyebut pihaknya belum menemukan titik kebocoran itu karena pipa gas yang berada di rumah itu sangat panjang dan tertanam di dalam tembok. Untuk itu, salah satu cara agar kebocoran itu bisa terdeteksi adalah dengan cara membobol tembok itu. Dengan begitu, pihaknya akan bisa melihat pipa gas yang mengalami kebocoran.

"Kita mau urut pipanya, tentu harus membobol semua tembok-tembok yang ada di sana untuk mengeluarkan pipa itu. Besok kita masih melakukan itu, kita akan panggil nanti orang konstruksi untuk bisa membobol (tembok), mengeluarkan pipa-pipa yang ada di dalam tembok. Lalu. nanti kita lakukan pengujian bersama dengan pihak PGN," jelasnya.

"Pipanya itu kan semua ada di dalam tembok. Panjang rumah ini bisa sekitar 15 meter dengan 4 lantai (termasuk rooftop) dan itu ada semua di dalam tembok," sambung Roy.

Roy mengatakan bahwa pada hari ini, polisi bersama PGN telah melakukan tes uji kebocoran untuk tiga terminal gas yang berada di rumah itu. Dari hasil pengukuran 3 terminal itu, tidak ada ditemukan tanda kebocoran. Untuk itu, pipa-pipa gas di dalam rumah itu harus dicek untuk mendeteksi kebocorannya.

"Ada beberapa titik yang kita lakukan (uji kebocoran), seperti di dapur, lalu di genset dan di atas (rooftop), tapi itu kan hanya baru terminalnya kan. Di terminal itu belum ditemukan (kebocoran)," ujarnya.



(fnr/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads