Gas Metana Penuhi Rumah Mewah Medan Sebelum Meledak

Gas Metana Penuhi Rumah Mewah Medan Sebelum Meledak

Finta Rahyuni - detikSumut
Kamis, 23 Jul 2026 03:01 WIB
Proses evakuasi korban ketiga dari bawah reruntuhan. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Proses evakuasi korban ketiga dari bawah reruntuhan. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Polisi menyebut bahwa ledakan di rumah mewah Grand Polonia Medan disebabkan adanya kebocoran pipa gas PT PGN. Sebelum meledak, gas metana (gas bumi) itu diduga sudah memenuhi ruangan di rumah berlantai 3 itu.

Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan bahwa antara lantai 1 dan 2 itu memiliki rongga di bagian tengahnya. Alhasil, gas yang berada di lantai 1 itu banyak menumpuk ke lantai 2. Hal itulah yang mengakibatkan kerusakan di lantai 2 itu lebih parah daripada di lantai lainnya.

"Lebih rusak di lantai 2 dibanding di bawah. Itu menunjukkan bahwa konsentrasi gas pasti lebih banyak di sana (lantai). Kasus yang seperti itu sebenarnya menunjukkan gas metan yang bisa terdetonasi, karena metan itu lebih ringan daripada udara, makanya dia di atas," kata Roy, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari hasil-hasil ini menunjukkan bahwa ada di sana kebocoran gas dan kemudian kebocoran gas ini memenuhi ruangan, lalu terdetonasi," sambungnya.

Roy mengatakan bahwa di rumah itu pihaknya memang menemukan adanya dupa untuk sembahyang. Namun, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut yang menjadi pemicu kebocoran gas itu mengakibatkan ledakan.

ADVERTISEMENT

"Nah, penyebab apa yang mendetonasi itu sangat mungkin banyak ya. Pertama, di sana memang kita temukan juga ada dupa. Lalu ada juga kegiatan-kegiatan yang di sana yang bisa memicu. Jadi, ini sangat banyak kemungkinan yang bisa memicu. Tapi yang paling penting di sana bahwa ada gas yang terkonsentrasi, sehingga terpicu dan menyebabkan ledakan," sebutnya.

Terkait apakah para korban tidak menyadari atau mencium aroma gas, Roy pun memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Menurutnya, kebocoran gas bisa saja tidak sampai masuk ke ruangan-ruangan tertutup jika memang para korban berada di ruangan tertutup itu.

"Soal bau itu, semua gas sebenarnya dibuat hampir sama, baik LPG, baik juga gas-gas alam seperti ini, CH4, diberi gas ditambahkan sebenarnya itu. Itu bukan bau dari gasnya, tapi ditambahkan, sehingga orang sadar ketika ada kebocoran," kata Roy.

"Hanya rumah ini kan modelnya seperti tadi, ruang di lantai 1 dan 2 itu itu satu udara, tetapi kalau kamar itu cukup tertutup. Jadi, bisa saja tidak disadari kalau orang (korban) di kamar. Karena udara yang di lantai ruangan itu tidak sama dengan di kamar. Sehingga kalau tidak ada gasnya masuk ke dalam, otomatis kan tidak tercium," sambungnya.



(fnr/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads