Iran Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Ini Reaksi Donald Trump

Iran Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Ini Reaksi Donald Trump

Ilyas Fadilah - detikSumut
Kamis, 23 Jul 2026 11:20 WIB
U.S. President Donald Trump looks on the day he signs an executive order on vehicle repairs in the Oval Office at the White House in Washington, D.C., U.S., June 29, 2026. REUTERS/Aaron Schwartz
Foto: REUTERS/Aaron Schwartz
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik yang ada di Iran. Ancaman itu diberikan Trump karena Iran terus menembaki kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Dengan ini saya nyatakan, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK," tulis Trump, dikutip detikFinance dari CNBC, Kamis (23/7/2026).

Hubungan Iran dan Amerika Serikat memang tengah memanas setelah gencatan senjata runtuh dan tiga personel militer AS tewas. Iran merespons dengan mengancam akan menyerang infrastruktur dan fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan jika benar-benar melaksanakan ancaman tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Amerika menyerang satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, maka Iran juga akan menyerang infrastruktur dan jembatan di kawasan, termasuk fasilitas energi yang memiliki kepentingan Amerika Serikat," kata sumber militer Iran yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita pemerintah Iran, Tasnim.

Sumber tersebut juga menegaskan Iran tetap bertekad mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Menurutnya, kapal hanya akan diizinkan melintas dengan aman apabila pelayarannya dikoordinasikan dan mengikuti pengaturan yang ditetapkan Iran.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Trump juga pernah mengancam akan menyerang pembangkit listrik, fasilitas air, dan infrastruktur penting lainnya di Iran. Sejumlah pakar memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil semacam itu berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuduh Iran tidak serius mencapai kesepakatan, meski kembali menegaskan AS tetap berkomitmen menempuh jalur diplomasi di Timur Tengah.

Pernyataan Rubio muncul ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap target-target Iran untuk malam ke-11 berturut-turut sebagai bagian dari upaya mengamankan Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak yang menjadi salah satu sumber pengaruh utama Iran dalam konflik tersebut. CENTCOM menyatakan telah menyerang pusat operasi militer, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer Iran.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Trump Akan Lakukan Cara Apapun untuk Capai Kesepakatan dengan Iran"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads