Gubernur BI Ungkap Kredit Nganggur di Bank Capai Rp 2.490 T

Gubernur BI Ungkap Kredit Nganggur di Bank Capai Rp 2.490 T

Andi Hidayat - detikSumut
Rabu, 22 Jul 2026 17:40 WIB
Big stacks of 100000 Indonesian rupiah notes. A lot of money isolated on white background. 3d rendering of bundles of cash
Foto: Getty Images/Richard Darko
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ada lebih dari Rp 2.490 triliun kredit nganggur di bank. Perry mendorong agar bank bisa menyalurkan dana kredit tersebut untuk pertumbuhan ekonomi.

"Masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau sering disebut undisbursed loan yang mencapai Rp 2.490 triliun atau 21,52% dari plafon kredit yang tersedia, sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi," ujar Perry dikutip detikFinance, Rabu (22/7/2026).

Perry mengatakan penyaluran kredit perbankan masih sejalan dengan target hingga akhir 2026 yakni di kisaran 8-12%. Walaupun begitu, dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan nasional masih tercatat tumbuh 10,21% hingga Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara rata-rata, Perry mengatakan pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 12,67% hingga Juni 2026. Angka tersebut naik dibanding bulan Mei lalu, yakni sebesar 11,51%.

"Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67%, meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51%," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian jika dirinci berdasarkan kelompok penggunaan, kredit perbankan banyak disalurkan untuk investasi, modal kerja, dan konsumsi. Berdasarkan data-data tersebut, Perry meyakini pertumbuhan kredit perbankan nasional bisa mencapai kisaran 8-12%.

"Berdasarkan kelompok penggunaan perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juni 2026 masing-masing tumbuh sebesar 24,9%, 8,94%, dan 5,75%. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit di 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%," pungkasnya.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads