Wamenkes: Indonesia Punya Kasus TB Terbanyak Kedua di Dunia

Wamenkes: Indonesia Punya Kasus TB Terbanyak Kedua di Dunia

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Selasa, 21 Jul 2026 20:15 WIB
Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K). (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Foto: Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K). (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) mengatakan Indonesia memiliki kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak kedua di dunia.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan peninjauan pelaksanaan skrining TB terintegrasi di Gedung PKK Medan, Selasa (21/7/2026).

"Indonesia punya kasus TB nomor 2 di dunia, 10 persen kasus TB di dunia adanya di Indonesia. Kalau per 100.000 orang, kasus kita lebih tinggi daripada India. Kita nomor 1 di dunia kalau per 100.000, tapi karena penduduk kita hampir 300 juta, India 1,5 miliar, maka India lebih banyak. Tapi kalau sama-sama penduduknya 300 juta, kita lebih tinggi daripada India," ujar Benjamin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Benjamin, saat ini, penanganan kasus TB di Indonesia masih belum memiliki perkembangan yang signifikan. Ia mengatakan, target eliminasi TB belum bisa terealisasi jika penurunan kasus belum tercapai.

"Banyak kasus di daerah kita temukan misalnya di Banten ditemukan kasus 97 persen, tapi tahun depan jumlah yang sakit masih sama? Kan kita ini mau memperbaiki. Kita diperintahkan Presiden untuk kasus TB itu dieliminasi, saya dimintai yang mimpin. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, saya pengin interaktif, apa penyebabnya?" kata Benjamin.

ADVERTISEMENT

Benjamin menjelaskan, selama ini, penanganan kasus TB berhenti kepada pengobatan penderita. Sementara penelusuran kontak erat penderita TB masih minim dilakukan.

"Tuberkulosis kan penyakit menular. Yang kita obatin yang sakit. Saya kemarin ke Rumah Sakit Cisarua Bogor, dan ke Rumah Sakit Salatiga, ini pusat parunya Indonesia. Saya memberikan sertifikat kepada 18 penderita TB yang sembuh. Lalu saya tanya di podium seperti ini, delapan-delapan belasnya satu per satu: "Kamu kan sakit TB dan sembuh, apakah keluargamu pernah ada yang dicek?" Dari 18 orang itu, hanya ada 1 keluarga yang diperiksa, yang 17 tidak," ungkap Benjamin.

Untuk itu, kata Benjamin, pihaknya saat ini tengah menggencarkan tracing kepada kontak erat penderita TB.

"Jadi, kami datang ke Sumatera Utara untuk bekerja sama dengan pemerintah Sumatera Utara dalam program pemberantasan tuberkulosis di Indonesia, karena ini merupakan PHTC daripada pemerintahan Presiden Pak Prabowo dan Pak Gibran. Bagaimana pemberantasan TB harus bisa dilaksanakan dengan maksimal, karena Indonesia kan nomor 2 kasus TB di dunia. Nggak mungkin kita hidup seperti ini," pungkasnya.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads