10 hektare lahan di sejumlah desa di Aceh Barat mengalami kebakaran. Petugas kesulitan memadamkan api karena terkendala sumber air.
"Kebakaran meluas dari sebelumnya 8 hektare menjadi 10 hektare. Namun 45% dari lahan terdampak sudah berhasil kami tangani," kata Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Karhutla di Aceh Barat terjadi sejak Jumat 17 Juli lalu. Petugas awalnya mendapat laporan terjadi kebakaran lahan dekat rumah warga di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo seluas 0,5 hektare.
Proses pemadaman dilakukan tim gabungan yang bergerak ke lokasi sehingga api dapat dipadamkan. Petugas kemudian mendapatkan laporan kebakaran lahan di Kecamatan Samatiga yaitu di Desa Cot Seumeurueng seluas 3,5 hektare, dan Desa Paya Lumpat Desa 3 hektare.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di dua desa di Kecamatan Johan Pahlawan yaitu Desa Lapang sekitar 1 hektare dan Desa Leuhan sekitar 2 Hektare. Proses pemadaman api dua kecamatan tersebut baru sekitar 45 persen.
Menurutnya, petugas juga masih mendata area terbakar di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat. Petugas BPBD mendapatkan informasi kebakaran lahan di desa itu dari polisi setempat pada Senin (20/7) malam.
"Luas area terdampak masih didata dan penanganan sudah dilaksanakan oleh tim Pos Damkar Woyla," ujar Ronald.
Ronald menyebutkan, kebakaran menyebabkan kerusakan vegetasi tanaman serta mengganggu pernapasan pengguna jalan dan warga setempat. Proses pemadaman api disebabkan sejumlah kendala.
"Kendalanya sumber air sangat terbatas dan angin kencang," ujarnya.
Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
(agse/mjy)