Rasa mual dan muntah kerap dianggap sebagai gejala penyakit maag. Padahal, keluhan tersebut juga dapat menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius, salah satunya penurunan fungsi ginjal.
Karena memiliki gejala yang serupa, banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi ginjalnya telah memburuk. Mengenali tanda-tandanya sejak dini penting dilakukan agar penanganan bisa segera diberikan.
Belum lama ini, kisah seorang perempuan asal Bali bernama Grace Tanggu menjadi perhatian di media sosial. Melalui unggahan di TikTok, ia mengaku didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium 5 saat usianya belum genap 30 tahun, meski merasa telah menerapkan gaya hidup sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grace mengatakan gejala yang dialaminya sejak masih kuliah berupa mual dan muntah selalu dianggap sebagai sakit maag sehingga hanya diatasi dengan obat maag.
"Jadi aku memang sering mual muntah saat kuliah dulu, saat mual muntah dulu itu aku biasanya minum obat (maag) dan cukup membantu lah mual muntahnya bisa berkurang dan bahkan bisa kembali nggak ada lagi," tuturnya dalam video viral di TikTok, dikutip detikHealth atas izin yang bersangkutan, Kamis (21/8/2025).
Spesialis urologi Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), menjelaskan bahwa mual dan muntah memang dapat menjadi salah satu gejala gagal ginjal. Kondisi tersebut dipicu oleh penumpukan ureum dalam tubuh akibat ginjal tidak lagi mampu menyaring zat sisa secara optimal.
"Jadi orang mulai gagal ginjal itu rasanya kadang-kadang mual. Karena apa? Di dalam tubuh ada yang namanya ureum yang harus dibuang oleh ginjal," kata Prof Rasyid saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, peningkatan kadar ureum terjadi secara bertahap sehingga gejala tidak langsung muncul.
"Kalau gagal ginjal itu kan nggak mendadak. Naiknya (ureum) pelan-pelan, baru setelah kadarnya tinggi, baru mual," sambungnya.
Menurut Prof Rasyid, banyak pasien mengira keluhan tersebut hanyalah maag sehingga hanya mengonsumsi obat lambung. Akibatnya, mereka baru memeriksakan diri ketika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan cukup berat.
"Baru kalau obat maag nggak mempan ke dokter. Waktu dia udah mual-mual itu, (fungsi) ginjalnya udah jelek," katanya.
Mengutip Texas Kidney Institute, gangguan ginjal yang memengaruhi sistem pencernaan dapat ditandai dengan mual berkepanjangan, mual yang lebih berat pada pagi hari, muntah, hilangnya nafsu makan atau cepat kenyang, munculnya rasa logam atau pahit di mulut, makanan terasa berbeda, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga tubuh mudah lelah.
Sementara itu, Cleveland Clinic menyebutkan gejala gagal ginjal lainnya meliputi kelelahan berat, pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki atau wajah, perubahan frekuensi buang air kecil hingga kulit yang kering dan gatal.
Apabila keluhan seperti maag muncul terus-menerus disertai gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk memastikan penyebabnya.
Prof Rasyid menambahkan, kasus penyakit ginjal kini semakin banyak ditemukan pada usia muda. Menurutnya, pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu faktor utama penyebab kondisi tersebut.
Ia menyarankan masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis untuk mencegah diabetes, serta menjaga tekanan darah tetap terkendali.
"Hidup teratur, tidur teratur, olahraga teratur supaya nggak mengalami hipertensi. Minuman keras tentu nggak bagus, minum air putih yang cukup. Habis itu mau nggak mau harus periksa kesehatan secara teratur setahun sekali," katanya.
Senada dengan itu, spesialis penyakit dalam dr. Yunita Indah Dewi, SpPD, mengatakan konsumsi makanan tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah karena memicu penumpukan cairan di dalam tubuh.
"Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dan tidak diobati akan merusak ginjal," katanya.
