Banyak mengkonsumsi air putih hingga urine berwarna jernih bagi kebanyakan orang hal tersebut menunjukkan tubuh semakin sehat. Pakar urologi dr Wong Si-gong mengingatkan justru anggapan tersebut tidak selalu benar.
Dikutip detikHealth dari The Standard, bila urine yang dikeluarkan terlalu jernih atau transparan secara terus-menerus, justru kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi ginjal.
Menurut dr Wong, salah satu indikator metabolisme dan kinerja ginjal baik dapat dilihat dari warna urine. Bila urine terus-menerus bening dapat menandakan tubuh mengalami kelebihan cairan (overhidrasi), sehingga membuat ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit atau hiponatremia, yakni kadar natrium dalam darah yang terlalu rendah. Adapun gejalanya meliputi pusing, mual, lemas, hingga kejang.
Penyebab Urine Terlalu Jernih
Apabila seseorang mengeluarkan urine yang sangat jernih disertai keluhan seperti sering buang air kecil atau terbangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia), dr Wong mengungkap beberapa kemungkinan penyebabnya:
- Overhidrasi: Intoksikasi air akibat minum berlebihan yang membebani ginjal.
- Efek Samping: Konsumsi obat diuretik, kafein, atau alkohol.
- Diabetes: Kadar gula darah tinggi memicu peningkatan volume urine (poliuria).
- Penyakit Ginjal Kronis Stadium Awal: Penurunan kemampuan ginjal dalam mengonsentrasi urine.
Demi mengetahui pasti penyebabnya, dr Wong menyarankan lakukan pemeriksaan fungsi ginjal, seperti tes kreatinin serum, protein urine, dan elektrolit darah.
Ia juga menegaskan bahwa kunci hidrasi sehat bukan mengejar urine yang benar-benar bening, melainkan menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Fungsi ginjal dinilai beroperasi normal dan seimbang jika urine menunjukkan 2 warna, yakni kuning pucat dan kuning muda (seperti warna jerami).
Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini
