Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) menelan anggaran sebesar Rp 1,25 triliun. Hal itu disampaikan AHY saat meninjau Sekolah Rakyat terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Slamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
"Kalau ada yang bertanya alokasi anggaran berapa, setiap sekolah ini kurang lebih Rp 250 miliar. Jadi kalau ditotal sekitar Rp 1,25 triliun untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat ini," ujar AHY saat diwawancarai, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, pemerintah kabupaten/kota di masing-masing daerah bertanggungjawab menyiapkan pembebasan areal lahan. Sementara anggaran pembangunan fisik berasal dari pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu untuk areal lahannya itu adalah tanggung jawab dari masing-masing pemerintah kota dan kabupaten, sedangkan anggaran dari pusat lebih difokuskan pada pembangunan fisiknya dan melengkapi," katanya.
Selain pembangunan fisik, kata AHY, anggaran juga digunakan untuk melengkapi keperluan sarana dan prasarana untuk belajar.
"Jangan lupa isinya juga kita lengkapi, tadi mebel-mebelnya juga sudah hadir di sini, baik itu untuk kelas, ada meja, ada kursi untuk belajar. Untuk asrama sudah ada kasur-kasur tempat tidur yang bertingkat, termasuk nanti pada akhirnya masuklah perlengkapan-perlengkapan elektronik untuk di laboratorium maupun untuk, ee, menunjang kegiatan belajar mengajar," ungkapnya.
Menurut AHY, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk generasi yang akan datang.
"Jadi ini adalah sebuah investasi bagi masa depan bangsa. Terutama keluarga yang membutuhkan perhatian, membutuhkan bantuan secara ekonomi, ini bisa melanjutkan pendidikan dengan baik, dengan layak," pungkasnya.
