Penjelasan Ilmiah soal Bulu Kuduk Berdiri saat Ketakutan

Nikita Rosa - detikSumut
Senin, 22 Jun 2026 08:30 WIB
Foto: dok. Wikimedia Commons
Medan -

Pernahkah detikers mengalami bulu kuduk berdiri karena rasa takut. Ternyata fenomena ini terjadi ada penjelasan ilmiahnya loh!

Ahli neurologi (saraf) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yeni Quinta Mondiani, mengatakan dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan merinding atau piloerection, yaitu kondisi ketika bulu-bulu halus pada kulit berdiri akibat kontraksi otot kecil di pangkal rambut.

"Merinding merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang diwariskan dari nenek moyang manusia. Meskipun fungsi aslinya sudah tidak terlalu relevan, jalur saraf yang mengaturnya masih aktif hingga sekarang," jelasnya dikutip detikEdu dari laman IPB University.

Ia menyebut bagian otak yang berperan dalam proses ini adalah amigdala. Saat otak mendeteksi sesuatu yang dianggap penting atau mengancam, tubuh akan melepaskan adrenalin sehingga muncul berbagai respons, termasuk merinding.

Fenomena ini juga menjelaskan mengapa seseorang lebih mudah merinding saat sedang cemas atau tertekan. Uniknya, otak tidak selalu membedakan ancaman fisik dengan tekanan psikologis seperti stres pekerjaan, konflik, atau kecemasan.

Merinding pada Orang dengan Riwayat Kecemasan atau Trauma

Yeni juga mengatakan seseorang dengan riwayat kecemasan atau trauma, akan lebih mudah mengalami merinding. "Pada orang yang memiliki riwayat kecemasan atau trauma, respons ini dapat muncul lebih mudah karena sistem alarm di otak menjadi lebih sensitif," ujarnya.

Tidak hanya rasa takut, merinding juga dapat muncul saat momen emosional yang mendalam. Hal ini terjadi karena otak melepaskan dopamin, zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan.

Banyak orang juga mengaku merinding saat memasuki tempat tertentu. Tak jarang, hal ini dikaitkan dengan fenomena mistis. Namun menurut Yeni, hal tersebut menunjukkan kemampuan otak yang sangat peka dalam memproses berbagai informasi lingkungan.

"Ini bukan berarti seseorang sedang menerima sinyal gaib. Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita," tuturnya.



Simak Video "Sembuhkan Trauma Untuk Hidup Bahagia"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork