Harga Pertamax Naik, SPBU di Medan Padat Antrean hingga Kehabisan Stok

Harga Pertamax Naik, SPBU di Medan Padat Antrean hingga Kehabisan Stok

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Rabu, 10 Jun 2026 16:41 WIB
SPBU di Medan dipadati antrean warga yang hendak mengisi BBM. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut)
Foto: SPBU di Medan dipadati antrean warga yang hendak mengisi BBM. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut)
Medan -

Sejumlah SPBU di Kota Medan mengalami kepadatan pasca kenaikan BBM jenis Pertamax RON 92 dan Pertamax Green 95. Sejumlah SPBU lainnya bahkan tutup karena kehabisan stok.

Berdasarkan pantauan detikSumut, sejumlah SPBU di Kota Medan mengalami kepadatan antrean warga yang hendak mengisi BBM, di antaranya SPBU di Jalan AH Nasution, Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Ring Road, dan Jalan Setia Budi.

Sylvia Ramadhani, seorang pengendara sepeda motor yang mengantre di salah satu SPBU, mengaku kecewa terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM tersebut secara tiba-tiba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat kecewa dengan kenaikan harga Pertamax ini. Kenaikannya mendadak dan selisih harganya langsung mencapai Rp3.000 per liter. Kenaikannya juga sangat tinggi," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Sylvia mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax membuatnya enggan membeli BBM tersebut. Sebelumnya, ia memilih Pertamax karena harganya masih terjangkau sekaligus membantu mengurangi penggunaan Pertalite bersubsidi.

ADVERTISEMENT

"Saya pelanggan Pertamax. Seharusnya penggunaan Pertamax pada sepeda motor saya dapat membantu mengurangi konsumsi Pertalite bersubsidi. Namun, karena pemerintah menaikkan harga Pertamax, saya kembali membeli Pertalite karena harga Pertamax sudah terlalu mahal," katanya.

Sementara itu, Agung Prayoga, pengendara sepeda motor lainnya, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, kebijakan tersebut turut menambah beban bagi pengguna Pertalite bersubsidi.

"Karena harga Pertamax naik, pengguna Pertamax beralih kembali ke Pertalite. Akibatnya, pengguna Pertalite ikut terdampak karena antrean menjadi lebih panjang," ujarnya.

Akibat peralihan tersebut, pengendara yang biasa menggunakan Pertalite harus mengantre lebih lama. Bahkan, beberapa SPBU dilaporkan mengalami kehabisan stok BBM.

Menurut Agung, kondisi ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam menetapkan kebijakan terkait harga BBM.

"Lihat saja, antreannya sangat panjang. Beberapa SPBU juga ada yang kehabisan BBM," katanya.

Sementara itu, SPBU 14.201.169 milik PT Prima Mulia Jaya Abadi yang berlokasi di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, mengalami kehabisan stok Pertalite dan Pertamax sehingga menutup operasional sementara karena pasokan BBM masih dalam perjalanan.

Pada papan informasi yang dipasang di depan pintu masuk SPBU tersebut tertulis.

"Maaf, Pertalite dan Pertamax sedang dalam perjalanan (stok habis)," tulisnya



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads