Mengenal Puasa Daud: Waktu Pelaksanaan, Keutamaan, dan Niat Lengkap

Aisyah Lutfi - detikSumut
Senin, 08 Jun 2026 13:41 WIB
Foto: Ahmed/Unsplash
Medan -

Berbeda dengan ibadah puasa sunnah pada umumnya yang mengacu pada hari atau tanggal tertentu, puasa Daud memiliki keunikan tersendiri dari segi penjadwalan. Puasa ini diterapkan dengan metode selang-seling secara konsisten, yaitu satu hari menunaikan puasa dan satu hari berikutnya berbuka (tidak berpuasa). Lantas, puasa Daud berapa lama sebenarnya harus dilakukan oleh seorang Muslim?

Mengutip buku "Puasa Daud untuk Kecerdasan & Keberuntungan Akademikmu" karya Yanuar Arifin, puasa Daud merupakan amalan sunnah yang dahulu rutin dikerjakan oleh Nabi Daud AS sebagai wujud kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT.

Bagi detikers yang ingin mendalami amalan utama ini, yuk simak ulasan lengkap mengenai batas waktu, keutamaan, hingga bacaan niat puasa Daud berikut ini!

Batas Waktu Pelaksanaan Puasa Daud

Melansir lama NU Online, para ulama berpendapat bahwa seorang Muslim diperbolehkan mengamalkan puasa Daud kapan saja dalam jangka waktu seumur hidup sesuai dengan kelapangan dan keinginannya. Aturan mainnya tetap sama, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak. Jadi, tidak ada batasan waktu berapa lama pelaksanaan puasa Daud ini.

Asal-usul Syariat Puasa Daud

Ibadah ini secara resmi dianjurkan oleh Rasulullah SAW bermula dari kisah sahabat Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash yang memiliki semangat ibadah sangat tinggi. Suatu ketika Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhu dipergoki oleh Nabi Muhammad SAW berpuasa setiap hari, dan malam-malamnya ia gunakan hanya untuk shalat.

Nabi SAW pun menginterogasinya, "Wahai Abdullah, apakah benar berita bahwa kamu puasa seharian penuh lalu kamu shalat malam sepanjang malam?"

"Benar wahai Rasulullah," jawab Abdullah.

"Janganlah kamu lakukan itu, tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malamlah dan tidurlah, karena untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, istrimu punya hak atasmu, dan tamumu punya hak atasmu. Dan cukuplah bagimu bila kamu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan karena bagimu setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti kamu sudah melaksanakan puasa sepanjang tahun seluruhnya," tegur Nabi.

Abdullah meminta tambahan, ia merasa lebih kuat dari sekadar berpuasa tiga hari dalam setiap satu bulan. Lantas, Nabi menyuruhnya melakukan puasa Daud, dengan satu hari berpuasa dan satu hari tidak.

Ketika Abdullah merasa dirinya masih kuat untuk menerima amalan yang lebih berat, Rasulullah SAW sempat menyarankan untuk berpuasa sehari dan berbuka dua hari. Namun, karena sahabat tersebut terus meminta tambahan, Rasulullah SAW akhirnya bersabda:

"Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Ini adalah Puasa Daud, dan ini puasa yang paling baik. Tidak ada yang lebih utama darinya."

Keutamaan Puasa Daud

Melansir dari laman NU Online, ibadah selang-seling ini menyimpan keistimewaan yang sangat agung jika dibandingkan dengan rumpun puasa sunnah lainnya. Di antaranya:

1. Puasa Sunnah yang Paling Disukai Allah SWT

Rasulullah SAW menegaskan bahwa pola transisi ibadah Nabi Daud AS adalah potret ideal di mata Allah SWT. Dalam HR al-Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda:

"Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari berikutnya."

2. Menjadi Bentuk Kasih Sayang Islam bagi Umatnya

Islam adalah agama rahmah yang tidak ingin membebani pemeluknya dengan porsi ibadah yang mengabaikan hak biologis tubuh. Saat menegur Abdullah bin 'Umar (bin al-'Ash) yang kedapatan berpuasa tanpa jeda, Nabi mengingatkan bahwa jasad, mata, istri, serta tamu yang datang berkunjung juga memiliki hak yang wajib dipenuhi. Puasa Daud menjadi titik temu terbaik antara pemenuhan spiritual dan stabilitas fisik.

3. Predikat Puasa Sunnah Paling Utama

Berdasarkan HR an-Nasa'i, puasa Daud memegang derajat tertinggi di antara puasa sunnah lainnya. Syekh 'Abdurra'uf al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir memaparkan alasannya:

"Karena puasa Dawud itu memberatkan jiwa dengan mendapati apa yang disenangi jiwa sehari, lalu sehari kemudian meninggalkannya."

Secara psikologis, gejolak syahwat manusia akan naik turun secara dinamis karena satu hari ia dimanjakan dengan makanan, minuman, atau nafsu halal, lalu di hari berikutnya ia dipaksa menahan diri. Bahkan Imam al-Ghazali menyebut puasa Daud jauh lebih utama daripada puasa sepanjang tahun (puasa dahr). Orang yang berpuasa setiap hari fisiknya akan mati rasa karena terbiasa, sedangkan pelaku puasa Daud konsisten melatih regulasi jiwanya setiap 24 jam.

Waktu Pelaksanaan dan Larangan Hari Haram

Secara teknis, durasi menahan lapar dan dahaga dimulai sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu maghrib).

Meskipun bisa dirutinkan seumur hidup, detikers wajib memutus siklus selang-seling ini apabila siklusnya bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:

  • Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal).
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).
  • Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
  • Separuh terakhir dari bulan Sya'ban.

Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Daud

Mengutip buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, tata cara puasa Daud dikerjakan persis seperti puasa pada umumnya, yakni menjauhkan diri dari hal pembatal dan menyegerakan berbuka saat maghrib tiba. Perbedaan mendasar hanya terletak pada pembacaan niatnya.

Lafal Niat Puasa Daud di Malam Hari

Idealnya, niat wajib dihadirkan di dalam hati sejak terbenamnya matahari hingga sebelum fajar menyingsing. Berikut adalah lafalnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma dâwuda sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya berniat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta'ala."

Lafal Niat Puasa Daud di Siang Hari

Karena statusnya adalah ibadah sunnah, apabila detikers mendadak ingin berpuasa di pagi hari karena lupa berniat semalam, hukumnya tetap sah. Syaratnya, kamu belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa sejak subuh hingga sebelum matahari tergelincir (waktu zuhur). Berikut lafal niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ دَاوُدَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati dâwuda lillâhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah Ta'ala."

Nah, itulah pembahasan lengkap seputar tata cara, batas waktu, hingga keutamaan luar biasa di balik konsistensi mengamalkan puasa Daud. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi pemacu semangat ibadah kita sehari-hari ya, detikers!



Simak Video "Kapan Waktu Terbaik Niat Puasa: Saat Tarawih atau Sahur?"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork