Kalender Puasa Sunnah Juni 2026: Jadwal Lengkap, Keutamaan, dan Niatnya

Kalender Puasa Sunnah Juni 2026: Jadwal Lengkap, Keutamaan, dan Niatnya

Aisyah Luthfi - detikSumut
Jumat, 05 Jun 2026 08:00 WIB
Ilustrasi Niat Puasa Tarwiyah
Foto: Ilustrasi. (Sami Abdullah/Pexels)
Medan -

Bulan Juni 2026 menjadi momentum yang sangat istimewa bagi umat Muslim untuk mendulang pahala. Pasalnya, sepanjang bulan ini, terjadi pergantian tahun hijriah yang mempertemukan dua bulan mulia (asyhurul hurum), yakni akhir bulan Dzulhijjah 1447 H dan awal bulan Muharram 1448 H.

Dilansir dari laman NU Online, terdapat berbagai macam puasa sunnah yang dapat ditunaikan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan. Mulai dari puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, hingga puasa khusus di bulan Muharram seperti Tasua dan Asyura.

Bagi detikers yang ingin mempertebal amalan saleh, berikut adalah rangkuman lengkap jadwal, keutamaan, rujukan kitab, hingga bacaan niat puasa sunnah sepanjang Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Juni 2026

Memasuki bulan Juni 2026, diketahui bahwa bulan ini merupakan pertemuan bulan Dzulhijjah dan Muharram. Artinya, umat Islam akan merayakan tahun baru Islam pada bulan ini. Selain menyambut tahun baru 1448 H, terdapat amalan puasa sunah yang bisa detikers laksanakan pada bulan ini. Berikut adalah rincian penanggalan puasa sunnah yang dapat dikerjakan selama sebulan penuh:

  • Puasa Sunnah Asyhurul Hurum (Dzulhijjah & Muharram): Sepanjang 1-30 Juni 2026.
  • Puasa Senin-Kamis: 1, 4, 8, 11, 15, 18, 22, 25, dan 29 Juni 2026.
  • Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 1447 H: Senin-Rabu, 1, 2, dan 3 Juni 2026.
  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026.
  • Puasa Ayyamul Bidh (13,14,15 Muharram 1448 H): Minggu-Selasa, 28, 29, dan 30 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Keutamaan dan Rujukan Fikih Puasa Sunnah

Setiap jenis puasa sunnah yang dianjurkan pada bulan ini memiliki landasan dalil dan fadhilah yang luar biasa, di antaranya:

1. Puasa Ayyamul Bidh

Ayyamul Bidh berarti hari-hari cerah saat malam disinari bulan purnama (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah). Merujuk pada hadits riwayat Ibnu Abbas, ibadah puasa Ayyamul Bidh dikategorikan sebagai sunnah muakkad, yaitu amalan yang amat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini sejalan dengan perkataan Ibnu Abbas RA:

"Rasulullah SAW sering kali berpuasa pada hari-hari yang malamnya disinari bulan purnama (Ayyamul Bidh), baik saat beliau sedang berada di rumah maupun ketika tengah dalam perjalanan." (HR an-Nasa'i dengan sanad hasan).

Keutamaannya digambarkan seperti berpuasa sepanjang tahun jika rutin dikerjakan tiga hari setiap bulan, sebagaimana sabda Nabi SAW dalam HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi yang selaras dengan penafsiran Surat al-An'am ayat 160. Penjelasan agung mengenai fadhilah ini juga termaktub secara jelas dalam kitab I'anatut Thalibin.

2. Puasa Asyhurul Hurum (Bulan Mulia)

Dzulhijjah dan Muharram termasuk dalam kategori asyhurul hurum. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan mulia akan dianugerahi pahala setara puasa 30 hari.

"Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari." (H.R. Imam Muslim).

3. Puasa Senin dan Kamis

Mengutip penjelasan Ustadz Muhammad Abror dalam artikelnya di laman NU Online, terdapat beberapa fadhilah utama puasa Senin-Kamis. Di antaranya:

Amalan Rutin Rasulullah

Puasa sunah Senin dan Kamis menjadi amalan sunah yang selalu dilakukan Rasulullah SAW. Hal ini disampaikan oleh Aisyah RA. Sebagaimana hadist Riwayat berikut.

"Nabi Muhammad SAW selalu menjaga puasa Senin dan Kamis."(HR Tirmidzi dan Ahmad).

Waktu Penyetoran Amal dan Pintu Surga dibuka

Amal manusia diserahkan kepada Allah tiap Senin dan Kamis, sehingga mulia jika dilaporkan saat seseorang sedanng berpuasa. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.

"Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652).

Hari Lahir Nabi Muhammad SAW

Khusus Senin merupakan hari kelahiran sekaligus turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW.

4. Puasa Tasua dan Asyura

Dikutip dari buku "Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba'in Pilihan, serta Dzikir & Doa" oleh Ustadz Rusdianto SPdI, puasa Asyura ditunaikan tiap 10 Muharram sedangkan Tasua pada 9 Muharram.

Awalnya Rasulullah hanya memerintahkan puasa Asyura. Namun untuk membedakan diri dari kebiasaan kaum Yahudi, beliau berniat menyandingkannya dengan puasa Tasua, meski beliau wafat sebelum bulan Muharram berikutnya tiba. Keutamaan utama puasa Asyura ditegaskan dalam hadits riwayat Muslim, yakni dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

Sementara itu, untuk puasa Muharram secara umum, Hari Ahadi dalam buku "Catatan Fikih Puasa Sunnah" menerangkan bahwa puasa di bulan Allah (bulan Muharram) merupakan puasa yang paling utama setelah Ramadhan. Sebagaimana diriwiyatkan dalam hadis berikut, suatu ketika Rasulullah SAW ditanya tentang puasa terbaik setelah Ramadhan. Rasulullah menjawab,

"Puasa di bulan Allah, al-Muharram." (HR Muslim no. 1163).

Kumpulan Bacaan Niat Puasa Sunnah

Bagi detikers yang ingin melaksanakan puasa sunah, berikut adalah bacaan niat untuk puasa sunnah Juni 2026:

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲˆŲ… Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŲŠŲ’ØļŲ ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Navaitu ášŖauma yaumil-bÄĢḍi sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Yaumul Bidh karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Senin

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„ØĨؐØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Navaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Kamis

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„ØŽŲŽŲ…ŲŲŠØŗŲ ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Navaitu shauma yaumil khamÄĢsi sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Tasua

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ØēŲŽØ¯Ų ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ Ø§Ų„ØĒŲŽØ§ ØŗŲŲˆØšŲŽØ§ØĄ ؄ؐ؄؇ؐ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Navaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatit tāsÅĢ'ā'i lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ØēŲŽØ¯Ų ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ ŲØšŲŽØ§ Ø´ŲŲˆØąŲŽØ§ØĄ ؄ؐ؄؇ؐ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Navaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati 'ĀsyÅĢrā'a lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Mutlak Muharram

Ų†ŲŽŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽØąŲŽŲ‘Ų…Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Navaitu shaumal muharrami lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ÃĸlÃĸ."

Semoga rangkuman kalender amalan sunnah ini mendatangkan keberkahan bagi kita semua. Selamat beribadah dan jangan lupa bagikan informasi ini ke keluarga terdekat ya, detikers!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Sambut Tahun Baru Islam, Santri di Lumajang Gelar Pawai Obor"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads