Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik? Simak Jawabannya di Sini

Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik? Simak Jawabannya di Sini

Aisyah Luthfi - detikSumut
Rabu, 20 Mei 2026 17:30 WIB
Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik? Simak Jawabannya di Sini
Foto: Ilustrasi. (AI/ChatGPT)
Medan -

Saat ini umat Islam tengah memasuki bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Pada bulan ke-12 kalender Islam ini, terdapat sejumlah amalan mulia yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh.

Secara harfiah, Ayyamul Bidh memiliki arti "hari-hari putih", yaitu puasa sunnah yang rutin dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah ketika rembulan sedang bersinar penuh dalam fase purnama. Namun, pelaksanaan puasa sunnah kali ini memicu kebingungan di kalangan masyarakat lantaran tanggal mulainya bertepatan dengan momen hari terlarang pasca-Idul Adha.

Lantas, bagaimana hukumnya jika puasa Ayyamul Bidh di bulan Zulhijah bentrok dengan Hari Tasyrik? Apakah kita cukup berpuasa dua hari saja, atau boleh menggeser tanggalnya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, disimak penjelasan lengkapnya berikut ini, detikers!

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Zulhijah 2026

Melansir laman NU Online, penentuan penanggalan ibadah ini merujuk pada hasil keputusan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI yang menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Berdasarkan ketetapan tersebut, Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Jika dihitung secara normal, puasa Ayyamul Bidh yang jatuh setiap tanggal 13, 14, dan 15 Zulhijah akan bertepatan dengan tanggal penanggalan masehi berikut:

  • 13 Zulhijah 1447 H: Sabtu, 30 Mei 2026
  • 14 Zulhijah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
  • 15 Zulhijah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026

Namun, perlu dicatat dengan matang bahwa tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah merupakan Hari Tasyrik. Sesuai dengan ketetapan syariat, umat Islam dilarang keras dan diharamkan untuk menahan lapar dan dahaga pada hari-hari tersebut karena merupakan waktu untuk merayakan nikmat dengan makan dan minum hidangan kurban.

Larangan Puasa pada Hari Tasyrik

Keharaman berpuasa pada tanggal 13 Zulhijah didasarkan pada sabda Rasulullah SAW di dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: "Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR. Muslim).

Selain itu, dalam hadits riwayat Abu Daud, dari Abu Murroh kisah mengenai Amr bin Al-Ash juga mempertegas larangan ini ketika menyodorkan makanan dan melarang tamunya berpuasa:

كُلْ فَهَذِهِ الأَيَّامُ الَّتِى كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا بِإِفْطَارِهَا وَيَنْهَانَا عَنْ صِيَامِهَا. قَالَ مَالِكٌ وَهِىَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

Artinya: "Maka 'Amr mengatakan: 'Makanlah, hari-hari ini dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berbuka dan melarang berpuasa.' Imam Malik mengatakan: 'Dia adalah hari-hari tasyrik'." (HR. Abu Daud).

Satu-satunya pengecualian berpuasa di Hari Tasyrik hanya diberikan bagi jemaah haji yang tidak memiliki hadyu (hewan sembelihan), sebagaimana tertera dalam riwayat Bukhari dari 'Aisyah dan Ibnu Umar:

لَمْ يُرَخَّصْ فِى أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ ، إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْىَ

Artinya: "Tidak diberi keringanan pada hari-hari tasyrik untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak memiliki hadyu." (HR. Bukhari).

Solusi dan Ketentuan Geser Hari Menurut Ulama

Lalu, bagaimana jalan keluar bagi kita yang ingin mengejar keutamaan puasa Ayyamul Bidh? Apakah puasanya hangus atau cukup dijalankan 2 hari saja?

Mengutip buku "Puasa Wajib dan Sunnah yang Paling Dianjurkan" karya Zainul Arifin, solusi terbaiknya adalah tetap menjalankan puasa pada tanggal 14 dan 15 Zulhijah, sedangkan jatah puasa tanggal 13 Zulhijah yang bentrok diganti (di-qadha) ke hari lain kapan saja di bulan Zulhijah, misalnya digeser ke tanggal 16 Zulhijah.

Menurut pendapat yang lebih kuat dalam mazhab Syafi'i, khusus pada bulan Zulhijah, puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada tanggal 14, 15, dan 16 Zuhijah (Al-Malibari, Fathul Mu'în, juz II, h. 269). Hal ini dikarenakan esensi utama dari ibadah ini adalah menggenapkan puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan, tanpa harus kaku terikat pada tanggal tertentu jika ada udzur syar'i.

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu' menjelaskan bahwa hadits-hadits shahih yang menganjurkan puasa tiga hari tiap bulan bersifat umum tanpa pembatasan waktu yang kaku. Selama kita berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka keutamaannya sudah berhasil kita dapatkan. Maka, penyesuaian jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Juni 2026 ini menjadi:

  • 14 Zulhijah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
  • 15 Zulhijah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026
  • 16 Zulhijah 1447 H: Selasa, 2 Juni 2026 (Hari Pengganti)

Bolehkah Menjalankan Puasa Hanya 2 Hari Saja?

Pertanyaan seputar pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh yang tidak utuh tiga hari juga pernah dilontarkan kepada Ustaz Dzulqarnain MS dalam sebuah kajian pada kanal YouTube-nya "Dzulqarnain MS". Menjawab kegelisahan tersebut, beliau menjelaskan bahwa melaksanakan puasa Ayyamul Bidh dua hari saja hukumnya boleh-boleh saja dan pahalanya tetap mengalir sesuai kadar amal yang dikerjakan.

"Amalan itu tergantung niat. Jadi apabila ia meniatkan untuk melakukan Ayyamul Bidh tapi ada udzur, sehingga ia tidak bisa melakukannya tanggal 13, 14, 15, maka itu tidak ada masalah," terang Ustaz Dzulqarnain Sunusi dikutip pada Rabu (20/5/2026).

Beliau juga menambahkan bahwa apabila seseorang terpaksa tidak bisa menggenapkannya menjadi tiga hari karena terhalang oleh suatu udzur, maka ia tidak memiliki kewajiban mutlak untuk menggantinya (qadha) karena waktu utama bulan tersebut sudah berjalan lewat.

Hukum dan Keutamaan Dahsyat Puasa Ayyamul Bidh

Hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Rasulullah SAW rutin menjaga amalan ini baik saat berada di rumah maupun ketika sedang melakukan perjalanan jauh (musafir).

Keutamaan besarnya diterangkan dalam hadits riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, di mana berpuasa tiga hari di setiap bulan memiliki ganjaran pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun penuh. Hal ini dikarenakan setiap satu kebaikan dalam Islam akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat nilai pahalanya.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا . اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Dzar RA, sungguh Nabi SAW bersabda: 'Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitab-Nya yang mulia karena membenarkan hal tersebut: 'Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya' [QS al-An'am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari'." (HR Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Secara teknis, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya, yaitu menahan diri dari hal yang membatalkan mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Berikut panduan ringkasnya:

1. Membaca Niat

Sebelum terbit fajar, disunnahkan melafalkan niat di dalam hati atau secara lisan:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ."

2. Makan Sahur

Sangat dianjurkan menjelang subuh untuk memperoleh berkah stamina dan disunahkan sahur di akhir waktu sebelum azan Subuh berkumandang.

Menjaga Lisan dan Amalan
Memperbanyak tadarus Al-Qur'an, zikir, dan sedekah serta amalan-amalan sunah lainnya.

3. Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka saat adzan Maghrib dengan membaca doa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Zahabadzh-dhzoma'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR Abu Dawud).

Nah, itulah jawaban tentang pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Zulhijah yang berbenturan dengan Hari Tasyrik. Jadi jangan sampai salah jadwal dan keliru niat ya, detikers!

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video Pria di Blitar Tewas Kena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Anak Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads