Huntara Rusak Parah, Korban Bencana di Aceh Utara Kembali ke Tenda

Aceh

Huntara Rusak Parah, Korban Bencana di Aceh Utara Kembali ke Tenda

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 04 Jun 2026 16:19 WIB
Huntara di Aceh Utara rusak akibat diterjang angin kencang (Foto. dok BPBA)
Foto: Huntara di Aceh Utara rusak akibat diterjang angin kencang (Foto. dok BPBA)
Aceh Utara -

58 hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang. Penghuni di Huntara yang rusak berat terpaksa harus mengungsi kembali ke tenda.

"Warga di Huntara yang rusak berat mengungsi ke tenda yang telah disediakan oleh BPBD dan Dinsos Aceh Utara," kata Juru bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli saat dimintai detikSumut, Kamis (4/6/2026).

Tenda pengungsian dibangun pemerintah setempat di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Lokasi itu masih dekat dengan sejumlah Huntara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, untuk warga di Huntara yang rusak sedang dan ringan memilih mengungsi ke tempat keluarga. Huntara yang mengalami kerusakan segera diperbaiki dan dibangun kembali.

"Mereka mengungsi sambil menunggu perbaikan dari Kementerian PU," jelas Muntasir.

ADVERTISEMENT

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil disebut telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PU terkait kerusakan Huntara dan musala di Kecamatan Langkahan. Hunian rusak dibangun dua instansi tersebut.

"Huntara di Rumoh Rayeuk dan Langkahan dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan di Buket Linteung dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Huntara yang rusak akibat angin kencang pada Selasa (2/6) sore tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Langkahan di antaranya Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan.

"Berdasarkan data sementara total sebanyak 58 unit huntara terdampak. Rinciannya, di Desa Rumoh Rayeuk terdapat 36 unit huntara terdampak dengan 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan," kata Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Sementara di Desa Buket Linteung tepatnya di Dusun Leubok Meuku tercatat tujuh unit huntara mengalami rusak berat serta 1 unit tempat ibadah turut terdampak. Di Desa Geudumbak, 10 unit huntara terdampak dengan rincian 4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan. Terakhir di Desa Langkahan terdapat 5 unit huntara mengalami rusak ringan.



(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads