KemenPU Segera Perbaiki Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang

Aceh

KemenPU Segera Perbaiki Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 03 Jun 2026 22:20 WIB
KemenPU Segera Perbaiki Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang
Foto: Kondisi Huntara di Aceh Utara yang rusak akibat diterjang angin kencang. (dok. Kementerian PU)
Aceh Utara -

Sebanyak 58 hunian sementara (Huntara) yang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara rusak akibat diterjang angin kencang. Kementerian PU segera memperbaiki hunian ditempati korban bencana banjir akhir November 2025 yang dibangun pihaknya.

"Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis (PS) Aceh untuk segera melakukan perbaikan terhadap Huntara yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, tim teknis Satker Prasarana Strategis Aceh bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku kontraktor pelaksana telah melakukan pendataan kerusakan, membantu pembersihan material bangunan yang terdampak, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat bagi warga. Kementerian PU juga disebut berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendirikan tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara apabila diperlukan selama proses perbaikan berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil identifikasi awal, kata Dody, terdapat kerusakan pada beberapa bagian bangunan antara lain plafon dan atap pada blok A, kebocoran plafon pada blok B, kerusakan ringan pada nok atap blok C, serta kerusakan plafon area dapur pada Blok D. Tim teknis Kementerian PU saat ini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh perbaikan dapat dilaksanakan secara tepat dengan target selesai 1 minggu.

ADVERTISEMENT

"Huntara di Kecamatan Langkahan merupakan salah satu fasilitas yang dibangun Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Aceh. Pembangunan dilakukan di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan total luas bangunan sekitar 1.440 m2 dengan total bangunan 5 blok huntara berkapasitas sekitar 60 kepala keluarga," jelas Dody.

"Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien. Setiap unit dilengkapi insulated panel, ventilasi, exhaust fan, dan kipas angin guna menjaga kenyamanan penghuni. Selain itu tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, jaringan listrik dan pencahayaan, serta sistem air bersih dan sanitasi yang memadai," lanjutnya.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil disebut telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PU terkait kerusakan Huntara dan musalah di Kecamatan Langkahan. Hunian rusak dibangun dua instansi tersebut.

"Huntara di Rumoh Rayeuk dan Langkahan dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan di Buket Linteung dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," kata Juru bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli saat dimintai konfirmasi terpisah.

Menurutnya, 58 Huntara di sana mengalami rusak berat hingga sedang akibat angin kencang yang terjadi pada Selasa (2/6) sore. Huntara rusak tersebar di beberapa desa di kecamatan tersebut.

"Pak bupati mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim peralihan seperti saat ini," jelas Muntasir.

Foto: Kementerian PU




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads