Viral di media sosial, seorang yang mengaku sebagai panitia pelaksana AFF U-19 menyampaikan kekecewaannya karena sejumlah tim peserta disebut harus meninggalkan hotel tempat mereka menginap akibat persoalan pembayaran akomodasi. Ia menyebut akomodasi peserta piala AFF U-19 yang digelar di Medan ini ditanggung Pemkot Medan. Namun pihak Pemkot membantah.
"Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang mau mengasah mental, terpaksa dipusingkan karena soal uang hotel," demikian narasi dalam unggahan tersebut dilihat detikSumut, Selasa (3/6/2026).
Unggahan itu juga menyebut beberapa tim yang terdampak, termasuk Timor Leste dan Filipina, terpaksa berpindah dari hotel yang sebelumnya menjadi tempat mereka menginap selama turnamen berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal ini ada perbedaan keterangan dari Pemkot Medan maupun PSSI Sumut. Berikut penjelasannya.
Pemkot Bantah Tanggung Akomodasi
Pemerintah Kota Medan membantah tudingan yang menyebut mereka tidak membayar biaya akomodasi peserta Piala AFF U-19 2026. Klarifikasi itu disampaikan setelah beredarnya unggahan viral yang menuding Pemkot Medan lalai memenuhi komitmen terkait penginapan tim peserta.
Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, menegaskan bahwa sejak awal tidak pernah ada kesepakatan maupun komitmen dari Pemkot Medan untuk menanggung biaya hotel para peserta ajang sepak bola internasional tersebut.
Menurut Wiriya, keterlibatan Pemkot Medan dalam persiapan turnamen hanya berkaitan dengan penyediaan serta perbaikan fasilitas olahraga yang digunakan selama kompetisi berlangsung.
"Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemkot Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan lainnya bagi peserta AFF," ujar Wiriya melalui keterangan tertulis dilihat detikSumut, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab yang dibebankan kepada Pemkot Medan terbatas pada pembenahan sarana pertandingan, seperti lapangan dan stadion.
"Terkait hotel tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion," katanya.
PSSI Sebut Bagian Dari Komitmen Walkot Medan
Sementara, PSSI Sumut punya pandangan berbeda. Sekretaris Asprov PSSI Sumut, Yosephine Sembiring, menyebut terkait akomodasi peserta Piala AFF U-19 di Medan menjadi bagian dari komitmen yang terjalin antara panitia lokal dan Wali Kota Medan Rico Waas.
"Setahu kami, komitmen tersebut adalah antara Panitia Lokal dan Wali Kota Medan," kata Yosephine Sembiring dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Meski demikian, Yosephine menegaskan bahwa apabila komitmen tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Wali Kota Medan, maka PSSI bersama panitia lokal akan mengambil langkah untuk menanggung tanggung jawab tersebut demi memastikan pelaksanaan turnamen tetap berjalan lancar.
"Jika komitmen tersebut tidak bisa ditanggungjawabi oleh Wali Kota Medan, maka kami bersama Panitia Lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut. Bagi PSSI dan Panitia Lokal, penyelenggaraan harus berjalan dengan baik apalagi ini menyangkut nama baik bangsa," sebutnya.
Menurut Yosephine, PSSI menyayangkan munculnya persoalan ini di tengah pelaksanaan turnamen internasional. Ia menilai kejadian tersebut dapat menjadi catatan penting, terutama karena Medan berpotensi menjadi tuan rumah berbagai ajang sepak bola internasional lainnya di masa mendatang.
"Sebenarnya kami dari PSSI menyayangkan hal ini terjadi, apalagi ke depan kami akan membawa pertandingan-pertandingan Internasional ke daerah ini," tuturnya.
