Orang tua diimbau lebih memperhatikan pola tidur anak. Pasalnya, kebiasaan begadang atau kurang tidur ternyata dapat berdampak negatif terhadap proses tumbuh kembang, termasuk meningkatkan risiko anak mengalami gangguan pertumbuhan.
Dokter spesialis anak, dr Mulki Angela, SpA PhD, menjelaskan bahwa tidur merupakan salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
"Jangan sampai tidur di atas jam 9 malam, apalagi kalau anaknya masih usia sekolah," ungkap dr Mulki dilansir detikHealth, Sabtu (30/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, anak usia sekolah idealnya mendapatkan waktu tidur setidaknya delapan jam setiap hari. Karena itu, anak-anak diharapkan sudah mulai beristirahat pada sekitar pukul 21.00 WIB.
"Untuk usia sekolah minimal harapannya itu 8 jam per hari. Kalau kita pakai patokan itu memang jam 9 malam harapannya anak-anak sudah tidur," sambungnya.
Menurut dr Mulki, kebiasaan begadang dapat mengganggu kerja hormon pertumbuhan yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut berpotensi membuat pertumbuhan tinggi badan tidak optimal dan juga dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi saat belajar di sekolah.
Selain pola tidur yang cukup, pemenuhan nutrisi seimbang juga menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan anak. dr Mulki menegaskan bahwa kebutuhan gizi anak harus mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
Tak hanya itu, asam lemak esensial seperti omega-3, omega-6, dan DHA juga diperlukan untuk mendukung perkembangan otak anak.
"Jadi, kalau memang ayah dan ibu ingin anaknya bertumbuh dan berkembang dengan baik, tentunya nutrisinya tadi diseimbang, ya. Dan jangan lupa lengkapi dengan stimulasi yang sesuai dengan usia," ujar dr Mulki mengingatkan adanya banyak faktor dalam mendukung kecerdasan anak.
Ia menekankan bahwa makanan bergizi saja tidak cukup untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Aktivitas bermain yang sesuai usia serta waktu tidur yang memadai juga memiliki peran yang tidak kalah penting.
"Jangan hanya berpikir, oh, oh udah saya kasih nih, makanannya udah selalu bergizi deh, Dok. Tapi kok anak saya kelihatannya nggak berkembang dengan optimal?' Ternyata kurang main, kurang tidur," tandasnya.
(nkm/nkm)











































