Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution, buka suara soal komunitas lari pakai Stadion Teladan yang viral. Bobby mengatakan ada undangan dari panitia lokal sehingga tidak 100 persen salah dari pelari.
"Kita sudah cek, kita tahunya dari postingan kemarin. Kita cross-check, bukan mau membela tidak 100% salah dari komunitas larinya. Jadi kalau boleh, antusiasme semua bidang olahraga ada yang pecinta lari, bola jangan jadikan itu sebagai permusuhan dan saling serang lagi di media sosial," ucap Bobby di area Stadion Teladan Medan, Sabtu (30/5/2026).
Bobby mengatakan, komunitas lari menggunakan lapangan Stadion Teladan karena ada undangan dari panitia lokal. Ia sampaikan, undangan tersebut bukan dari panitia AFF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada undangan dari panitia lokal tapi bukan dari panitia AFF. Panitia lokal yang mengundang yang mengurusin tentang lapangan, baik yang ada di SUSU dan Teladan. Panitia lokal yang kemarin mengundang niatnya untuk menginformasikan update perkembangan tentang Teladan," tambahnya.
Bobby menilai, para pelari mengunggah postingan video tersebut karena kebablasan. Hal itu karena ada miskomunikasi.
"Nah, mungkin kebablasan saja karena mereka pelari mungkin jadi buat konten untuk lari-lari kecil. Nah, itu memang miss-nya di situ, jadi kalau saya sampaikan, jangan disalahkan 100% ke komunitas larinya tetapi ada salah juga dari panitia lokal," imbuhnya.
Bobby menegaskan, sudah mengetahui siapa pelaku panitia lokal yang mengundang komunitas pelari tersebut. Ia sampaikan, yang mengundang para pelari diberikan sanksi.
"Sudah kita tahu orangnya, saya juga sudah minta kepada panitia lokal untuk memberikan sanksi. Kalau misalnya sudah mau mulai hari Senin, jangan ada seperti itu lagi. Kalau seperti itu lagi, bagus yang begitu keluarkan dari kepanitiaan, itu yang sudah saya sampaikan," pungkas Bobby.
(afb/afb)
