Saat ini umat Islam tengah memasuki bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Pada bulan ke-12 kalender Islam ini, terdapat sejumlah amalan mulia yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh.
Secara harfiah, Ayyamul Bidh memiliki arti "hari-hari putih", yaitu puasa sunnah yang rutin dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah ketika rembulan sedang bersinar penuh dalam fase purnama. Namun, pelaksanaan puasa sunnah kali ini memicu kebingungan di kalangan masyarakat lantaran tanggal mulainya bertepatan dengan momen hari terlarang pasca-Idul Adha.
Lantas, bagaimana hukumnya jika puasa Ayyamul Bidh di bulan Zulhijah bentrok dengan Hari Tasyrik? Apakah kita cukup berpuasa dua hari saja, atau boleh menggeser tanggalnya?
Yuk, disimak penjelasan lengkapnya berikut ini, detikers!
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Zulhijah 2026
Melansir laman NU Online, penentuan penanggalan ibadah ini merujuk pada hasil keputusan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI yang menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Berdasarkan ketetapan tersebut, Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.
Jika dihitung secara normal, puasa Ayyamul Bidh yang jatuh setiap tanggal 13, 14, dan 15 Zulhijah akan bertepatan dengan tanggal penanggalan masehi berikut:
- 13 Zulhijah 1447 H: Sabtu, 30 Mei 2026
- 14 Zulhijah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
- 15 Zulhijah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026
Namun, perlu dicatat dengan matang bahwa tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah merupakan Hari Tasyrik. Sesuai dengan ketetapan syariat, umat Islam dilarang keras dan diharamkan untuk menahan lapar dan dahaga pada hari-hari tersebut karena merupakan waktu untuk merayakan nikmat dengan makan dan minum hidangan kurban.
Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Cek Tanggal Resminya |