Mengenal Apa Itu Deepfake, Bentuk Penipuan yang Marak Terjadi di Sosmed

Mengenal Apa Itu Deepfake, Bentuk Penipuan yang Marak Terjadi di Sosmed

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Selasa, 19 Mei 2026 23:40 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi Penipuan (Foto: Shutterstock)
Medan -

Seiring perkembangan teknologi, media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi informasi dan hiburan saja, tetapi juga mulai dipenuhi berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah deepfake.

Teknologi ini mampu membuat video, foto, hingga suara palsu yang terlihat sangat nyata. Akibatnya, banyak orang sulit membedakan mana konten asli dan mana hasil manipulasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Belakangan, deepfake sering digunakan untuk penipuan online, penyebaran hoaks, hingga pencemaran nama baik di media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan sosial media lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Deepfake?

Deepfake adalah gabungan dari istilah "Deep Learning" yang berarti pembelajaran mendalam dan meruapakan salah satu cabang AI, dan "Fake" yang berarti palsu.

Dilansir dari laman UVA Information Security, deepfake adalah gambar atau video buatan yang dihasilkan oleh jenis pembelajaran mesin khusus yang disebut sebagai pembelajaran mendalam. Mesin ini dapat menghasilkan foto, video, dan audio menggunakan kecerdasan buatan untuk menggantikan wajah atau suara seseorang dengan orang lain dengan sangat akurat.

ADVERTISEMENT

Dengan teknologi ini, sistem AI mempelajari ribuan sampel foto dan suara target, lalu menirukan gerak bibir, kedipan mata, intonasi suara, hingga ekspresi emosi secara langsung. Sehingga dapat menghasilkan sebuah video palsu yang terlihat sangat nyata dan sulit dibedakan dengan mata telanjang.

Bentuk Penipuan Deepfake yang Marak di Media Sosial

Maraknya penggunaan sosial media seperti Instagram, TikTok, Whatsapp, dan X membuat penyebarab deepfake menjadi sangat masif. Berikut adalah beberapa modus penipuan deepfake yang kerap terjadi di media sosial.

· Penipuan Finansial

Pelaku akan menggunakan suara atau wajah palsu dari orang yang kamu kenal untuk meminta uang. Biasanya ia akan berpura-pura sedang mengalami kecelakaan atau ditangkap polisi dan meminta kiriman uang segera.

· Pemerasan Menggunakan Konten Asusila (Revange Porn)

Pelaku akan mengambil foto wajah korban dari sosial media, lalu menempelkannya (face swapping) ke video atau foto tidak senonoh dengan sedemikian rupa menggunakan aplikasi AI. Konten palsu ini kemudian digunakan untuk mengancam dan memeras korban demi uang ataupun sekedar merusak nama baik korban.

· Penyebaran Hoaks

Deepfake juga digunakan sebagai salah satu cara untuk menyebarkan informasi palsu. Menjelang isu-isu politik atau pemilu, deepfake sering digunakan untuk membuat video palsu di mana seorang tokoh publik seolah-olah mengeluarkan pernyataan kontroversial, rasis, atau memicu perpecahan, dengan tujuan menjatuhkan reputasi tokoh tersebut.

· Penyalahgunaan Identitas

Data wajah dan suara korban akan diambil dari media sosial bisa dipakai tanpa izin untuk membuat konten palsu. Banyak juga beredar di media sosial terkait video pejabat ataupun tokoh terkenal seolah-olah mempromosikan sesuatu untuk menarik kepercayaan dari para korban.

Ciri-Ciri Konten Deepfake

Meskipun hasil buatan AI semakin bagus dan terlihat asli, konten deepfake biasanya masih memiliki beberapa tanda yang dapat dikenali. Berikut adalah ciri-cirinya:

· Gerakan bibir tidak sinkron dengan suara

· Ekspresi wajah terlihat kaku dan aneh

· Kedipan mata tidak natural

· Suara terdengar seperti robot

· Detail wajah berubah saat video bergerak

· Kualitas video tampak blut pada bagian tertentu

Nah, itulah pembahasanya lengkap dari deepfake ya detikers. Mengingat maraknya modus penipuan yang memanfaatkan AI sekarang ini, masyarakat diharapkan untuk tidak mudah percaya dengan konten yang beredar di media sosial apalagi jika meminta uang transfer atau pun data diri. Tetap waspada ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads