Buat kamu para "sweet tooth", ngemil makanan manis saat diet memang sering jadi dilema. Di satu sisi ingin menikmati dessert favorit, tapi di sisi lain khawatir berat badan ikut naik.
Kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmati makanan manis asal tahu kapan waktu yang tepat. Seorang ahli gizi menjelaskan bahwa bukan hanya jumlah gula yang penting untuk diperhatikan, namun juga waktu konsumsinya agar tak merusak program dietmu.
Kue, cookies, atau penganan manis lain sebenarnya masih boleh dinikmati, selama porsinya tetap terkontrol. Kuncinya ada pada waktu atau jam makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Idealnya, makanan manis boleh dikonsumsi antara waktu makan siang dan makan malam, dan sebaiknya tidak terlalu malam karena tubuh membutuhkan proses metabolisme untuk mengolah gula," jelas Maya Feller, seorang ahli gizi sekaligus penulis, seperti dikutip Wolipop dari Huffpost.
Waktu terbaik lainnya mengonsumsi makanan manis setelah makan utama dengan asupan gizi seimbang. Cara ini membantu tubuh memproses gula lebih efisien karena dikombinasikan dengan nutrisi lain.
Ketika siang hingga sore hari, tubuh juga cenderung lebih aktif. Aktivitas ini membantu proses metabolisme berjalan lebih optimal, termasuk dalam mengolah gula yang masuk ke dalam tubuh.
"Kamu cenderung lebih aktif di siang hari, sehingga tubuh punya lebih banyak waktu untuk mengolah gula tersebut," tambah Feller.
Sebaliknya, ngemil manis menjelang tidur sangat tidak disarankan. Saat tubuh tidak banyak bergerak, proses metabolisme gula jadi kurang maksimal.
"Jika setelah makan manis kamu langsung berbaring tanpa aktivitas, tubuh tidak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan insulin untuk bekerja optimal," jelas Feller.
Insulin adalah hormon yang berfungsi memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Tanpa aktivitas, proses tersebut dapat terhambat.
Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat dan dalam jangka panjang berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan. Tidak hanya itu, konsumsi gula sebelum tidur juga bisa mengganggu kualitas tidur, membuat lebih sulit terlelap, hingga meningkatkan risiko resistensi insulin.
Boleh makan manis saat diet, asal...
Feller menegaskan bahwa gula bukanlah musuh yang harus dihindari sepenuhnya.
"Gula pada dasarnya adalah karbohidrat, dan tubuh kita membutuhkannya. Gula adalah sumber energi utama bagi otak," jelasnya.
Tapi, diet seimbang tetap jadi kunci utama. Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan tanpa memberi waktu tubuh untuk memprosesnya bisa membuat sistem tubuh kewalahan.
Dia juga mengingatkan bahwa pola makan sehat bukan terpaku pada 'boleh' atau 'tidak boleh', tapi lebih pada nutrisi seimbang dan kebutuhan tubuh.
"Jika kamu makan gula sedikit lebih banyak dari yang direncanakan, itu bukan akhir segalanya. Pola makan adalah proses, bukan sesuatu yang hitam-putih. Beri diri ruang untuk tetap fleksibel," tutupnya.
(dhm/dhm)











































