Catat! Ini Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C yang Perlu Diketahui

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Jumat, 01 Mei 2026 09:59 WIB
Foto: shutterstock
Jakarta -

Vitamin C diketahui sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, manfaatnya tidak hanya terbatas pada itu saja.

Nutrisi ini juga diperlukan untuk produksi kolagen, kesehatan kulit, pembuluh darah, serta mendukung proses penyembuhan luka.

Tubuh manusia tak bisa memproduksi atau menyimpan vitamin C. Untuk itu, asupannya harus dipenuhi setiap hari lewat makanan atau suplemen bila diperlukan.

Kalau kadarnya kurang, tubuh bisa memberikan sejumlah sinyal. Lalu, seberapa banyak kebutuhan vitamin C dalam sehari?

Jika pola makan seimbang, kebutuhan vitamin C umumnya cukup mudah dipenuhi. Dilansir detikHealth dari laman WebMD, wanita dewasa yang tidak hamil atau menyusui membutuhkan 75 mg per hari, sedangkan pria 90 mg per hari.

Sekitar setengah cangkir paprika merah mentah atau tiga perempat cangkir jus jeruk sudah cukup memenuhi kebutuhan harian. Sementara setengah cangkir brokoli matang setidaknya memenuhi separuh dari kebutuhan harian.

Ternyata, ada kelompok yang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin C. Mulai dari orang dengan pola makan buruk, pasien penyakit ginjal yang menjalani dialisis, peminum berat, serta perokok.

Perokok bahkan membutuhkan tambahan 35 mg vitamin C per hari untuk membantu memperbaiki kerusakan akibat radikal bebas dari rokok. Bila kekurangan vitamin C, gejalanya dapat muncul dalam waktu sekitar tiga bulan.

Tanda-tanda Kekurangan Vitamin C

1. Mudah Lelah dan 'Cranky'

Dalam studi kecil, enam dari tujuh pria dengan kadar vitamin C rendah mengaku kerap merasa lelah dan 'cranky' atau mudah marah. Dari studi lain yang dilakukan pada 141 pekerja kantor menemukan pemberian vitamin C bikin mereka tak merasa lelah dalam waktu dua jam, terutama pada mereka yang kadarnya rendah sejak awal. Efek ini bisa bertahan sepanjang hari.

2. Berat Badan Mudah Naik

Penelitian awal menemukan hubungan antara kadar vitamin C rendah dengan jumlah lemak tubuh yang lebih tinggi. Terutama lemak yang ada di area perut.

Vitamin C juga disebut berperan dalam tubuh untuk membakar lemak menjadi energi.

3. Kulit Mudah Kering dan Keriput

Orang yang kerap mengonsumsi makanan kaya vitamin C cenderung punya kulit lebih halus dan lembut. Salah satu alasannya, vitamin C merupakan antioksidan yang membantu melindungi kulit dari radikal bebas yang dapat merusak minyak alami kulit, protein, bahkan DNA.

4. Gusi Sering Berdarah

Vitamin C membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta mendukung proses pembekuan darah. Kolagen juga penting untuk gigi dan gusi.

Sebuah penelitian menemukan orang dengan penyakit gusi yang mengonsumsi jeruk bali selama dua minggu merasakan gusi mereka tak terlalu banyak berdarah.

5. Lemahnya Imunitas Tubuh

Vitamin C punya banyak fungsi yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Untuk itu, saat kekurangan vitamin C seseorang bisa lebih mudah sakit dan butuh waktu lebih lama untuk pulih.

Ada juga bukti bahwa vitamin C dapat membantu melindungi tubuh dari pneumonia dan infeksi kandung kemih, serta menurunkan kemungkinan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

6. Luka Sembuh Lebih Lama

Saat tubuh terluka, vitamin C dibutuhkan untuk membentuk kolagen yang berperan dalam setiap tahap perbaikan kulit. Vitamin ini juga membantu neutrofil, salah satu jenis sel darah putih, bekerja melawan infeksi.

Bila konsumsi vitamin C kurang dari yang dibutuhkan, bakal menyebabkan luka yang ada membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.

7. Mengalami Gangguan Penglihatan

Pada orang dengan degenerasi makula terkait usia atau AMD, kondisi bisa memburuk lebih cepat bila kekurangan vitamin C, antioksidan lain, serta mineral tertentu.

Untuk itu, kebutuhan vitamin C termasuk dari makanan juga dapat membantu mencegah katarak, meski masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.



Simak Video "Video Top 5: Temon Meninggal Dunia hingga Model Rusia yang Mirip Haaland"

(dhm/dhm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork