Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kondisi Iran sudah dalam keadaan kolaps. Karena itu Iran akan membuka Selat Hormuz.
"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social seperti dilansir detikNews dari kantor berita Reuters dan Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026).
Tidak dijelaskan bagaimana Iran menyampaikan pesan itu. Trump sendiri menyebut upaya mengakhiri konflik tampaknya menemui jalan buntu, dengan presiden AS itu tidak senang dengan proposal terbaru dari Teheran.
Proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang tersebut akan menunda pembahasan program nuklirnya hingga konflik berakhir dan perselisihan mengenai pengiriman barang dari Teluk diselesaikan.
Sementara Trump ingin masalah nuklir ditangani sejak awal, kata seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada hari Senin (27/4) waktu setempat.
Kesepakatan nuklir Iran sebelumnya dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain pada tahun 2015 secara tajam membatasi program nuklirnya, yang selama ini dipertahankan untuk tujuan damai dan sipil. Namun, kesepakatan itu berakhir setelah Trump secara sepihak menarik diri pada masa jabatan pertamanya.
Simak Video "Video: Iran Ditekan AS, Aktivitas Kapal di Selat Hormuz Masih Terbatas"
(astj/astj)