Donald Trump Klaim Iran Sudah Kolaps

Donald Trump Klaim Iran Sudah Kolaps

Rita Uli Hutapea - detikSumut
Rabu, 29 Apr 2026 10:30 WIB
US President Donald Trump holds a press conference at the White House in Washington, DC, April 6, 2026. (Reuters)
Foto: Reuters
Medan -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kondisi Iran sudah dalam keadaan kolaps. Karena itu Iran akan membuka Selat Hormuz.

"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social seperti dilansir detikNews dari kantor berita Reuters dan Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026).

Tidak dijelaskan bagaimana Iran menyampaikan pesan itu. Trump sendiri menyebut upaya mengakhiri konflik tampaknya menemui jalan buntu, dengan presiden AS itu tidak senang dengan proposal terbaru dari Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang tersebut akan menunda pembahasan program nuklirnya hingga konflik berakhir dan perselisihan mengenai pengiriman barang dari Teluk diselesaikan.

Sementara Trump ingin masalah nuklir ditangani sejak awal, kata seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada hari Senin (27/4) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Kesepakatan nuklir Iran sebelumnya dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain pada tahun 2015 secara tajam membatasi program nuklirnya, yang selama ini dipertahankan untuk tujuan damai dan sipil. Namun, kesepakatan itu berakhir setelah Trump secara sepihak menarik diri pada masa jabatan pertamanya.


Sebelumnya, pemerintah Iran menegaskan pihaknya membutuhkan jaminan yang kredibel agar serangan AS dan Israel tidak terulang lagi, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak.

Penegasan itu, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, saat berbicara dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain.

Dalam pertemuan di markas besar PBB pada Senin (27/4), puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz yang sangat penting.

Namun, Iravani menekankan bahwa stabilitas di kawasan hanya dapat dicapai jika agresi dihentikan, dilengkapi "jaminan yang kredibel" untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang.

"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Iran Ditekan AS, Aktivitas Kapal di Selat Hormuz Masih Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads