Jadi Dokter Gadungan, Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Polda Riau

Riau

Jadi Dokter Gadungan, Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Polda Riau

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 29 Apr 2026 12:43 WIB
Jadi Dokter Gadungan, Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Polda Riau
Foto: Gedung Markas Polda Riau. (Mei Amelia/detikcom)
Pekanbaru -

Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap kasus dugaan tindak pidana di bidang kesehatan. Seorang Finalis Putri Indonesia berinisial JRF ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro mengatakan JRF diduga menjalankan praktik sebagai dokter kecantikan tanpa memiliki latar belakang tenaga medis. Apalagi tenaga kesehatan.

"Tersangka diduga mengaku sebagai dokter dan melakukan tindakan medis terhadap korban," kata Ade, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JRF merupakan eks finalis Putri Indonesia Riau. Dia diamankan setelah 2 kali mangkir dari panggilan penyidik.

Sebelum jadi tersangka, JRF ditangkap pada Selasa (27/4/2026) di kediaman keluarganya di kawasan Bukit Ambacang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Pelaku langsung digelandang ke Mapolda Riau.

ADVERTISEMENT

Ade mengungkap kasus ini bermula dari laporan korban berinisial NS yang mengalami luka serius usai menjalani tindakan facelift dan eyebrow facelift di Klinik Arauna Beauty, Jalan Tengku Bey, Pekanbaru.

"Setelah tindakan tersebut, korban mengalami pendarahan hingga infeksi serius di bagian wajah dan kepala," kata Ade.

Korban bahkan mengalami luka bernanah, pembengkakan, hingga harus menjalani perawatan intensif. Termasuk operasi lanjutan di sejumlah fasilitas kesehatan di Batam.

Akibatnya, korban mengalami cacat permanen berupa bekas luka di kulit kepala yang menyebabkan rambut tidak dapat tumbuh. Selain itu ada luka panjang di area alis.

Polisi mengungkap, korban JRF tidak hanya satu orang. Sejauh ini terdapat sekitar 15 korban yang mengalami kerusakan pada wajah akibat tindakan yang dilakukan tersangka.

"Salah satu korban bahkan mengalami kegagalan operasi bibir sebanyak dua kali hingga menyebabkan cacat permanen dan trauma psikis," katanya.




(ras/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads