Trump Klaim Dihubungi Iran agar Buka Selat Hormuz gegara Kolaps

Internasional

Trump Klaim Dihubungi Iran agar Buka Selat Hormuz gegara Kolaps

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Rabu, 29 Apr 2026 09:47 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 16: U.S. President Donald Trump speaks to the media before boarding Marine One on the South Lawn of the White House on April 16, 2026 in Washington, DC. President Donald Trump is traveling to Las Vegas, Nevada to promote the tax cuts he signed into law in the One Big Beautiful Bill Act ahead of the midterm election. Tomorrow he will deliver remarks at a Turning Point USA event in Phoenix, Arizona.   Anna Moneymaker/Getty Images/AFP (Photo by Anna Moneymaker / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Presiden AS, Donald Trump. Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER
Solo -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim dia dihubungi Iran untuk membuka Selat Hormuz. Menurutnya, kini Iran sedang dalam keadaan kolaps.

Dilansir detikNews dari kantor berita Reuters dan Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026), klaim itu diutarakan Trump lewat platform media sosial miliknya, Truth Social.

"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" kata Trump pada unggahannya Selasa (29/4/2026) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut bagaimana Iran menghubungi Trump dan menyampaikan pesan itu.

Untuk diketahui, upaya mengakhiri peperangan menemui jalan buntu. Trump tidak sedang dengan proposal dari Iran. Dalam proposal dari Teheran itu disebutkan untuk menyelesaikan perang maka menunda pembahasan program nuklirnya hingga konflik berakhir dan perselisihan mengenai pengiriman barang dari Teluk diselesaikan.

ADVERTISEMENT

Seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan para penasihatnya, mengatakan Trump ingin masalah nuklir ditangani sejak awal.

Sedangkan Iran sebelumnya sudah menegaskan butuh jaminan yang kredibel agar serangan AS dan Israel tidak terulang lagi, sebelum dapat memastikan keamanan di kawasan Teluk yang kaya minyak.

Dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), hal itu ditegaskan Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani saat berbicara dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain.

Pada pertemuan di markas besar PBB pada Senin (27/4), puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz yang sangat penting.

Meski demikian Iravani menekankan "jaminan yang kredibel" untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang sangat dibutuhkan untuk mencapai stabilitas di kawasan.

"Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah," tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.



(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads