Maskapai Nigeria Bakal Berhenti Terbang Imbas Lonjakan Harga Avtur

Internasional

Maskapai Nigeria Bakal Berhenti Terbang Imbas Lonjakan Harga Avtur

Tim detikTravel - detikSumut
Minggu, 19 Apr 2026 03:00 WIB
Bandara Internasional Murtala Muhammad di Lagos
Foto: Ilustrasi. Bandara Internasional Murtala Muhammad di Lagos. (BBC)
Jakarta -

Maskapai penerbangan Nigeria bakal menangguhkan semua operasi penerbangan mulai 20 April. Hal itu imbas melonjaknya harga avtur.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Sabtu (18/4/2026), maskapai tersebut menuduh para pemasar bahan bakar di negara itu membuat harga bahan bakar naik secara artifisial.

Asosiasi Operator Maskapai Penerbangan Nigeria (Airline Operators of Nigeria/AON), sebuah badan industri yang terdiri dari sekitar selusin maskapai penerbangan domestik, pada 14 April telah menulis surat kepada Asosiasi Pemasar Energi Utama Nigeria (Major Energies Marketers Association of Nigeria/MEMAN). Mereka mengeluhkan bahwa harga bahan bakar jet telah naik sekitar 270% sejak akhir Februari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat tersebut AON menyebut bahwa kenaikan harga bahan bakar jet di negara terpadat di Afrika itu 'sangat tinggi dan artifisial'. AON mengatakan bahwa kenaikan tersebut jauh melampaui harga minyak mentah global.

ADVERTISEMENT

"Saat ini, pendapatan maskapai penerbangan tidak cukup untuk menutupi biaya bahan bakar saja," kata surat itu.

Industri penerbangan global kini tengah menghadapi kenaikan harga bahan bakar jet yang melonjak. Kondisi itu sebagai konsekuensi dari perang Iran, memaksa maskapai penerbangan untuk menaikkan tarif, membatasi rencana pertumbuhan, dan memikirkan kembali perkiraan.

Namun, hal itu membuat maskapai penerbangan Afrika sangat rentan, karena bahan bakar jet biasanya menyumbang antara 30% dan 40% dari biaya operasional mereka. Situasi berbeda dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 20% hingga 25%, menurut Asosiasi Maskapai Penerbangan Afrika.

MEMAN membantah angka-angka maskapai penerbangan tersebut dalam tanggapan kepada AON yang dilihat oleh Reuters. MEMAN mengatakan bahwa harga yang dikutip lebih dari 40% di atas rata-rata pasar berdasarkan survei, menambahkan bahwa distribusi bahan bakar jet melibatkan peralatan dan penanganan khusus yang membuatnya lebih mahal.

AON mengatakan bahwa menaikkan harga tiket maskapai penerbangan di Nigeria akibat melonjaknya biaya bahan bakar dapat mengurangi jumlah penumpang. Sementara penutupan operasi maskapai penerbangan akan memiliki dampak yang lebih luas, merugikan bank, menyebabkan hilangnya pekerjaan, dan memperburuk ketidakamanan.

Adapun sektor penerbangan Nigeria mengonsumsi sekitar 2,1 juta liter bahan bakar jet per hari bulan lalu, menurut data dari regulator produk minyak bumi negara tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikTravel, baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads