Harga tiket pesawat melalui Bandara Kualanamu terpantau naik. Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumut mengakui kenaikan ini di luar prediksi.
Berdasarkan pantauan detikSumut, harga tiket pesawat rute Medan-Jakarta dipatok sekitaran Rp 2 juta per orang pekan ini. Harga ini melambung dibanding sebelumnya yang hanya mematok harga Rp 1,2 jutaan per orang.
"Kenaikan harga tiket pesawat ini di luar prediksi ya, karena faktor avtur dan perang di Timur Tengah sehingga di luar perkiraan kita. Tapi secara demand masih cukup tinggi karena masih periode Lebaran dan Cheng Beng," ungkap Ketua Astindo Sumut Wilson Halim kepada detikSumut, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih mendominasi seputar kawasan Asia Tenggara ya seperti Penang, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, kalau domestik itu ada tujuan Jakarta," lanjutnya.
Lebih lanjut, Wilson menyebutkan bahwa kenaikan harga tiket pesawat ini berpotensi menekan tingkat jumlah penumpang apabila terjadi dalam waktu lama.
"Kalau penurunan pasti ada potensi, mungkin kalau harga yang terlalu tinggi bagi orang yang tidak terlalu urgent mungkin akan menunda. Tapi bagi orang yang butuh perjalanan menggunakan pesawat yang mau nggak mau tetap beli walau harga agak mahal," ujarnya.
Kemudian, Wilson juga mengakui bahwa kenaikan harga tiket pesawat juga terjadi, khususnya rute Medan-Bangkok yang menembus harga Rp 2 jutaan per orang. Padahal, harga sebelumnya hanya mematok Rp 1 juta-Rp 1,1 juta per orang.
"Untuk penerbangan Medan-Bangkok ini kan ada Air Asia dan kita lihat maskapai ini juga lagi bermasalah dari jadwal penerbangan ada yang delay atau pembatalan, kalau kita sendiri juga tidak terlalu pasti ya masalah internal mereka. Ada yang bilang ada pesawat mereka yang rusak di Bangkok kemudian ada info runaway di Kuala Lumpur itu bermasalah," tutur Wilson.
Namun begitu, Wilson mengatakan jika rata-rata agen travel saat ini masih menunggu regulasi dari pihak pemerintah. Ia pun berharap agar harga tiket pesawat dapat stabil secepatnya.
"Kita juga harus memahami ya, kalau maskapai tidak menaikkan mungkin akan susah di operasional mereka dan kalau terganggu kan kita takutnya pesawat ini harus safety ya, kita fokusnya sih kalau dinaikkan masih dalam tahap yang wajar karena kondisi lagi sulit ya," jelasnya.
"Kita berharap perang berakhir ya, minyak dunia sudah turun kita harap airlines dapat menurunkan harga tiket, mereka harus fair lah karena kita mengerti lah kondisi saat ini, avtur juga tidak disubsidi pemerintah juga kan," pungkasnya.
(afb/afb)











































