Kenapa Orang Bugar Punya Otak Lebih Optimal? Ini Alasannya

Kenapa Orang Bugar Punya Otak Lebih Optimal? Ini Alasannya

Abdur Rahman Ramadhan - detikSumut
Selasa, 07 Apr 2026 08:00 WIB
olahraga yoga
Foto: Getty Images/itakayuki
Jakarta -

Banyak orang mengira kebugaran hanya berdampak pada kondisi fisik semata. Padahal, tubuh yang bugar juga berperan besar dalam meningkatkan kinerja otak, mulai dari fokus, daya ingat, hingga kemampuan mengambil keputusan.

Dilansir detikEdu dari laman University College London (UCL), sebuah studi yang dipimpin peneliti dari UCL menemukan, semakin bugar seseorang, semakin besar pula respons positif otak setelah berolahraga. Respons ini terlihat dari peningkatan pelepasan protein penting yang berperan dalam fungsi otak.

Lantas, apa saja alasan di balik hubungan antara kebugaran tubuh dan performa otak yang lebih optimal?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi Otak Orang dengan Fisik Bugar

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Brain Research ini melibatkan 30 orang peserta yang sebelumnya tidak aktif secara fisik. Mereka mengikuti program latihan bersepeda selama 12 minggu dengan frekuensi tiga kali seminggu.

ADVERTISEMENT

Selama penelitian berlangsung, para peneliti mengukur tingkat kebugaran peserta menggunakan tes VO2max setiap enam minggu. Tes ini mengukur kemampuan tubuh menggunakan oksigen saat melakukan aktivitas fisik intens.

Hasilnya menunjukkan, seiring meningkatnya kebugaran peserta, tubuh mereka melepaskan lebih banyak brain-derived neurotrophic factor (BDNF) setelah berolahraga. Protein ini sangat penting bagi kesehatan otak.

BDNF sendiri berperan dalam pembentukan neuron baru, serta memperkuat koneksi antarsel saraf di otak. Protein ini juga membantu menjaga kesehatan neuron yang sudah ada.

"Kami sudah lama mengetahui bahwa olahraga baik untuk otak, tetapi mekanisme bagaimana hal itu terjadi masih terus diteliti," ujar pemimpin penelitian, Dr Flaminia Ronca.

Olahraga Singkat, Manfaat Besar bagi Otak


Penelitian ini juga mendapati olahraga aerobik intensitas sedang hingga tinggi selama sekitar 15 menit sudah cukup untuk memicu pelepasan BDNF.

Menariknya, setelah menjalani program latihan selama 12 minggu, lonjakan BDNF peserta usai berolahraga lebih besar dibandingkan sebelum mereka menjalani program tersebut.

Peningkatan ini juga berkaitan dengan aktivitas di korteks prefrontal. Bagian otak ini mengatur fungsi penting seperti pengambilan keputusan, pengendalian emosi, perhatian, dan kontrol impuls.

Peneliti menyimpulkan, meningkatkan kebugaran fisik dapat memperkuat kemampuan otak menghasilkan BDNF saat berolahraga. Kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas saraf dan mendukung fungsi kognitif.

"Temuan paling menarik dari studi kami adalah bahwa jika kita menjadi lebih bugar, otak kita mendapat manfaat lebih besar dari satu sesi olahraga, dan perubahan ini dapat terjadi hanya dalam enam minggu," ujar Ronca.

Dengan kata lain, semakin rutin seseorang berolahraga dan meningkatkan kebugarannya, semakin besar pula manfaat yang bisa diperoleh otak dari setiap sesi olahraga.

Halaman 2 dari 2
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads