Promosi film horor terbaru berjudul Aku Harus Mati tengah menjadi sorotan tajam di media sosial. Penggunaan baliho besar di berbagai perempatan jalan raya memicu gelombang kritik dari netizen.
Visual yang menampilkan mata merah serta judul yang dianggap provokatif dinilai memberikan dampak negatif, terutama sebagai pemicu (trigger) bagi individu yang memiliki masalah kesehatan jiwa.
Menanggapi keresahan masyarakat, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) secara resmi menyatakan keprihatinannya. PDSKJI menyoroti bahwa pesan-pesan bernada keputusasaan di ruang publik sangat berisiko bagi kelompok rentan, seperti penderita depresi, remaja, hingga anak-anak.
"Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri," tulis Humas PP PDSKJI dalam rilis resminya dikutip detikPop, Minggu (5/4/2026).
Lembaga tersebut menekankan bahwa meski ekspresi seni memiliki ruangnya sendiri, etika dan empati terhadap kondisi mental masyarakat harus tetap diutamakan dalam setiap aktivitas promosi.
"Ekspresi seni tetap penting, namun perlu berjalan seiring dengan empati dan kesadaran akan dampaknya," pungkas PDSKJI.
Sinopsis Film 'Aku Harus Mati'
Film yang disutradarai dan ditulis oleh Aroe Ama ini mengangkat isu sosial yang relevan. Ceritanya berfokus pada Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup mewah hingga terlilit utang pinjaman online (pinjol) dan paylater.
Dalam upaya melarikan diri dari masalah, Mala kembali ke panti asuhannya dan bertemu teman-teman lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron).
Namun, bukannya mendapat ketenangan, ia malah harus menghadapi kenyataan kelam tentang asal-usulnya setelah mata batinnya terbuka secara misterius. Termasuk tentang perjanjian dengan iblis yang mengorbankan orang-orang terdekatnya demi kesuksesan.
Simak Video "Video: Promosi Film 'Aku Harus Mati' Dinilai Bisa Picu Risiko Psikologis"
(nkm/nkm)