Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU menggelar halalbihalal di Kota Medan. Sebanyak 500 paket sembako disalurkan dalam acara tersebut.
"Ini acara gabungan dari Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan Ikatan alumni magister studi pembangunan USU," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat, Sugiat Santoso, saat sambutan, Sabtu (4/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Sugiat menjelaskan soal teori GIAT yang masuk dalam disertasi dia di USU. G nya merupakan Gerakan hingga T adalah Tumbuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin pada sidang tertutup, profiling disertasi saya teori GIAT. G nya itu Gerakan, I nya itu Inklusif, A nya itu Akar (Mengakar), dan T nya itu Tumbuh," jelasnya.
Sugiat yang juga Ketua IKA MSP FISIP USU ini menyebutkan jika ia diberi pesan oleh orang tuanya soal falsafah hidup dan mengingat asal usul. Sehingga Sugiat menegaskan jabatan hanya sementara dan gerakan harus memiliki akar yang kuat.
"Asal usul saya rakyat orang tua saya petani, tidak boleh karena jabatan saya menjadi elit, tidak boleh. Jabatan itu sementara, oleh karena itu gerakan itu harus memiliki akar yang kuat," sebutnya.
Anggotat DPR RI ini berharap semua yang hadir memiliki semangat gerakan yang kiat. Sugiat yang juga Sekretaris Gerindra Sumut berharap semua dapat memberikan sesuatu bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan semua yang tergabung di sini memiliki semangat gerakan yang kuat, memiliki filosofi hidup yang inklusif, memiliki akar yang kuat, dan bisa memberikan sesuatu bagi masyarakat," tuturnya.
Belasan kepala daerah hadir dalam acara halalbihalal ini. Anggota DPR RI juga terlihat beberapa hadir, salah satunya Musa Rajekshah alias Ijeck.
Sejumlah rektor juga terlihat hadir dalam acara ini, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Harli Siregar. Termasuk pimpinan DPRD kabupaten/kota juga terlihat hadir.
(niz/nkm)
