120 Situs Sejarah dan Museum di Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

Internasional

120 Situs Sejarah dan Museum di Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel

Femi Diah - detikSumut
Sabtu, 28 Mar 2026 11:30 WIB
120 Situs Sejarah dan Museum di Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel
Foto: Kondisi Istana Golestan di Iran rusak akibat serangan AS-Israel. (via REUTERS/Majid Asgaripour)
Jakarta -

Sebanyak 120 museum dan bangunan bersejarah di Iran dilaporkan rusak imbas serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kondisi itu tentunya menjadi ancaman serius bagi warisan budaya dan sejarah di kawasan tersebut.

"Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung dan mengalami kerusakan struktural yang serius," kata kepala komite warisan budaya pada Dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi, dalam pernyataannya, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (27/3/2026) dilansir detikTravel.

Alavi, dalam pernyataan yang dikutip oleh televisi pemerintah Iran, menyebut Istana Golestan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang rusak. Istana itu terdaftar di Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UNESCO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, situs budaya dan bersejarah seperti Istana Saadabad, Istana Marmer, dan rumah Teymourtash, yang dikenal sebagai Museum Perang, juga mengalami kerusakan akibat serangan AS-Israel.

Laporan kantor berita WANA News Agency menyebut museum dan situs bersejarah di Provinsi Teheran menjadi yang paling parah terkena dampak perang. Disebutkan ada lebih dari 50 situs di provinsi itu mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

Di antara situs-situs budaya dan bersejarah yang rusak, tercatat sekitar 20 situs di antaranya terdaftar sebagai situs warisan nasional. Sebanyak 19 bangunan bersejarah penting lainnya mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan struktural.

Dilaporkan juga bahwa tiga bangunan arsitektur kontemporer di Teheran hancur total, termasuk bekas gedung Gendarmerie, kantor polisi Bazaar, dan gedung kepolisian Baharestan.

Teheran diketahui memang menjadi rumah bangunan bersejarah dan arsitektur penting. Setidaknya sekitar 3.000-5.000 bangunan bersejarah dan arsitektur penting terdapat di kota itu.

Sejak Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran. Serangan tersebut pun masih berlanjut hingga kini.

Dilaporkan sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan-serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius.

Artikel ini telah tayang di detikTravel, baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads