Sebanyak 24.479 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), terdampak kekeringan yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini dipicu menurunnya volume empat waduk utama yang selama ini menjadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), bahkan sebagian dilaporkan mengering.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah telah menyalurkan ratusan ton air bersih kepada warga terdampak. Kekeringan dilaporkan terjadi di hampir delapan kecamatan.
"Kemarin dan hari ini kita terus salurkan air bersih. Semua OPD kita porsikan minimal 10 ton air bersih, jadi dua hari ini nanti hampir 300 ton air bersih yang kita salurkan," kata Roby dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, setelah penyaluran tahap awal tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah distribusi lanjutan.
"Setelah penyaluran hari ini, kita evaluasi lagi dan kemungkinan akan dilakukan penyaluran lagi secara bertahap. Prinsipnya kita lihat skala prioritas, wilayah mana yang paling terdampak dan harus segera disalurkan," ujarnya.
Roby menegaskan, langkah penyaluran air bersih ini menjadi solusi tercepat sembari pemerintah menyiapkan strategi jangka panjang dalam mengatasi krisis air. Ia juga meminta seluruh perangkat wilayah, mulai dari lurah, kepala desa hingga RT/RW, untuk aktif membantu koordinasi di lapangan agar distribusi tepat sasaran.
"Kami minta bantu koordinir di lapangan. Pastikan warga yang memang membutuhkan benar-benar mendapatkan. Tantangan besar ini harus kita jawab dengan tindakan konkret dan kolaborasi bersama," tambahnya.
(nkm/nkm)











































