190 Masjid di Aceh Disiapkan Jadi Tempat Istirahat Pemudik 24 Jam

Aceh

190 Masjid di Aceh Disiapkan Jadi Tempat Istirahat Pemudik 24 Jam

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 17 Mar 2026 00:11 WIB
Mobil-mobil di jalan raya. Ilustrasi mudik.
Foto: Kathy/Unsplash
Banda Aceh -

190 masjid di sepanjang jalur mudik wilayah Aceh disiapkan untuk menjadi tempat istirahat para pemudik selama 24 jam. Salah satunya adalah Masjid Baitul Huda Blang Malu, Pidie.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan mudik. Jika merasa lelah, Kemenag telah menyiapkan 190 masjid yang siap melayani selama 24 jam pada fase arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Aceh," kata Kakanwil Kemenag Aceh Azhari dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Azhari menjelaskan, lokasi itu dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama arus mudik dan arus balik. Masjid-masjid itu disebut tersebar di sepanjang jalur utama mudik di Aceh dan dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan jarak jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program Masjid Ramah Pemudik digagas Kemenag RI. Kickoff program tersebut digelar di Masjid Baitul Huda Blang Malu, Pidie.

ADVERTISEMENT

Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan HAM, Faisal Ali Hasyim, mengatakan Masjid Baitul Huda Blang Malu dipilih langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai lokasi peluncuran program tersebut. Pemilihan masjid ini juga berkaitan dengan kunjungan Menag beberapa waktu lalu saat berada di Aceh ketika terjadi musibah banjir bandang.

"Karena terkesan, masjid ini dipilih langsung oleh Menteri Agama RI sebagai tempat kickoff Masjid Ramah Pemudik. Beliau sempat melaksanakan shalat berjamaah di masjid ini saat berkunjung ke Aceh," jelas Faisal.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam melayani masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi pusat aktivitas sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Pengelolaan dan pelayanan masjid perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Ia berharap Masjid Baitul Huda Blang Malu dapat menjadi pionir dalam mengembangkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat.

"Melihat kondisi masjid ini, seharusnya masjid-masjid lain di Aceh bisa mencontoh. Masjid harus mampu menghadirkan pelayanan yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat," ujar Faisal.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads