Tepat pada malam ke-17 Ramadan, umat Islam akan memperingati malam Nuzulul Qur'an. Untuk tahun ini, malam bersejarah tersebut bertepatan dengan Jumat malam, 6 Maret 2026.
Momen yang jatuh pada malam akhir pekan ini tentu menjadi waktu yang sangat tepat untuk memaksimalkan ibadah di masjid maupun di rumah. Nuzulul Qur'an merupakan malam yang sangat istimewa karena diyakini sebagai waktu pertama kalinya Al-Qur'an diturunkan ke bumi. Lantas, bagaimana sejarah peristiwa agung ini dan apa saja amalan yang bisa kita kerjakan? Berikut penjelasannya.
Sejarah Turunnya Wahyu Pertama
Malam Nuzulul Qur'an menjadi titik balik bersejarah dalam peradaban Islam. Melansir laman NU Online, dijelaskan bahwa pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kalinya dari Allah SWT melalui perantara Malaikat Jibril.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa ini terjadi di Gua Hira, tempat di mana Rasulullah SAW kerap menyendiri untuk beribadah dan merenungi kondisi masyarakat Arab saat itu. Wahyu pertama yang turun adalah Surat Al-'Alaq ayat 1-5, yang berbunyi:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1-5).
Setelah peristiwa turunnya wahyu pertama ini, ayat-ayat Al-Qur'an selanjutnya diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun untuk menjadi pedoman hidup umat manusia.
Makna dan Dalil Nuzulul Qur'an
Malam Nuzulul Qur'an bukan sekadar seremonial sejarah tahunan. Ini adalah momen krusial bagi umat Islam untuk kembali merenungi, membaca, dan memperdalam pemahaman terhadap isi kandungan kitab suci Al-Qur'an.
Peringatan turunnya Al-Qur'an ini memiliki landasan kuat dan disebutkan dalam berbagai ayat suci, di antaranya:
QS. Al-Baqarah: 185
Menegaskan bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia.
QS. Al-Anfal: 41
Menguatkan kedudukan wahyu sebagai bagian dari risalah kenabian.
QS. Al-'Alaq: 1-5
Menjelaskan bahwa wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Perintah yang paling pertama diberikan adalah "membaca". Kemudian dijelaskan tentang penciptaan manusia.
QS. Al-Qadr: 1, 3, dan 4
Menggambarkan kemuliaan Lailatul Qadar yang juga berkelindan dengan malam turunnya Al-Qur'an.
QS. Ad-Dukhan: 3
Menyebutkan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada suatu malam yang penuh berkah.
QS. Asy-Syu'ara': 193
Menegaskan bahwa wahyu tersebut dibawa turun oleh Ruhul Amin (Malaikat Jibril).
3 Amalan Sunah di Malam Nuzulul Qur'an
Untuk meraih keberkahan di malam Nuzulul Qur'an, umat Muslim sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan berbagai ibadah. Berikut adalah tiga amalan utama yang bisa detikers kerjakan:
1. Membaca Al-Qur'an (Tadarus)
Cara paling afdal untuk mengisi malam Nuzulul Qur'an tentu saja dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur'an itu sendiri. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa malam ini penuh dengan keberkahan. Beliau menukil sebuah riwayat:
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril AS ke hadapan Nabi SAW. Beliau memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam."
2. Memperbanyak I'tikaf di Masjid
Amalan selanjutnya adalah beri'tikaf atau berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Selama i'tikaf, detikers bisa mengisinya dengan tadarus, berzikir, dan bermunajat. I'tikaf di bulan Ramadan, terlebih di malam Nuzulul Qur'an, memiliki keistimewaan yang sangat besar.
Adapun niat untuk melaksanakan i'tikaf adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah."
3. Melaksanakan Salat Malam dan Berdoa
Terakhir, hidupkan malam agung ini dengan mendirikan shalat malam (qiyamul lail) seperti salat Tarawih, Tahajud, Hajat, dan Witir. Shalat malam memiliki kedudukan yang sangat utama setelah salat fardhu lima waktu. Amalan ini ibarat sedekah yang dilakukan secara rahasia (sirr), yang pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT. Tutup rangkaian shalat malam tersebut dengan memperbanyak doa dan istighfar.
Nah, sekarang detikers sudah tahukan sejarah dan amalan yang bisa dikerjakan pada malam Nuzulul Qur'an. Semoga informasi ini bermanfaat untuk detikers.
