6 Amalan untuk Wanita Haid saat Bulan Ramadan 1447 H

6 Amalan untuk Wanita Haid saat Bulan Ramadan 1447 H

Aisyah Luthfi - detikSumut
Kamis, 05 Mar 2026 22:01 WIB
Asian Muslim young woman in black traditional hijab praying with Islamic beads in mosque.
Foto: Getty Images/iStockphoto/trumzz
Medan -

Bulan suci Ramadan adalah momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim untuk mendulang pahala. Namun, bagi kaum perempuan, tamu bulanan alias haid (menstruasi) terkadang menimbulkan rasa sedih karena tidak bisa melaksanakan ibadah puasa dan salat tarawih.

Sebagian perempuan bahkan merasa "jauh" dari Allah SWT atau khawatir imannya menurun. Perasaan sedih semacam ini sangat manusiawi dan pernah dialami oleh istri Rasulullah SAW, Sayyidah Aisyah RA.

Melansir laman NU Online, disebutkan dalam sebuah riwayat, Sayyidah Aisyah pernah menangis karena mendapati dirinya haid menjelang pelaksanaan ibadah haji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ القَاسِمِ، قَالَ: سَمِعْتُ القَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ: خَرَجْنَا لَا نَرَى إِلَّا الحَجَّ، فَلَمَّا كُنَّا بِسَرِفَ حِضْتُ، فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي، قَالَ: مَا لَكِ أَنُفِسْتِ؟ قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَاقْضِي مَا يَقْضِي الحَاجُّ، غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ

Artinya: "Menceritakan kepadaku Ali bin Abdilah, ia berkata: "Menceritakan kepadaku Sufyan, ia berkata: "Aku mendengar Abdurrahman bin Al-Qasim berkata: "Aku mendengar Al-Qasim bin Muhammad berkata: "Aku mendengar Aisyah berkata: "Kami keluar untuk melaksanakan haji. Ketika kami sampai di daerah Sarifa aku mengalami menstruasi." Kemudian Nabi Muhammad saw mendatangiku sedang aku dalam keadaan menangis. Nabi Muhammad berkata: "Kenapa kamu, apakah kamu haid?" Aku menjawab: "Iya". Nabi Muhammad kemudian bersabda: "Itu adalah ketetapan yang telah digariskan oleh Allah kepada perempuan, tunaikanlah apa yang ditunaikan oleh orang yang berhaji selain thawaf." (HR Al-Bukhari).

ADVERTISEMENT

Haid adalah siklus alami dan anugerah bagi perempuan. Meski sedang berhalangan, wanita haid tetap bisa meraih keberkahan luar biasa, khususnya pada Ramadan 1447 H ini, melalui berbagai amalan pengganti salat dan puasa. Berikut amalan yang bisa dilaksanakan saat haid di bulan Ramadan.

6 Amalan Utama Wanita Haid di Bulan Ramadan

Berdasarkan penjelasan ulama dan berbagai literatur Islam (termasuk NU Online dan MUI), berikut adalah amalan-amalan berpahala besar yang bisa dikerjakan perempuan saat haid:

1. Bersedekah

Sedekah tidak mensyaratkan pelakunya dalam keadaan suci. Terlebih di bulan Ramadan, pahala sedekah bisa dilipatgandakan hingga 700 kali lipat, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 261.

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui". (QS Al-Baqarah: 261).

2. Melakukan Kerja Sosial

Membantu sesama, menyiapkan hidangan sahur atau berbuka bagi keluarga, hingga ikut serta dalam kepanitiaan buka bersama di masjid bernilai ibadah yang sangat tinggi jika diniatkan lillahi ta'ala. Menolong dalam kebaikan ini diperintahkan Allah swt dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 2 berikut:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ

Artinya: "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS Al-Maidah: 2).

3. Menuntut dan Mengajarkan Ilmu

Hadir di majelis taklim, mendengarkan kajian islami, atau membaca buku-buku agama (selain menyentuh mushaf Al-Qur'an) adalah bentuk jihad dan sedekah ilmu.

4. Memberi Makan Orang yang Berbuka (Iftar)

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang memberi makan orang berbuka puasa, maka ia akan mendapat pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun,

Dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dari Zaid bin Khalid al-Juhani disebutkan bahwa orang yang memberi makan untuk berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الجُهَنِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya: "Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata: "Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang memberi makanan kepada orang untuk berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala sesuai orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun". (HR At-Tirmidzi).

5. Memperbanyak Zikir dan Selawat

Membaca tahmid, takbir, tasbih, dan selawat adalah amalan penenang jiwa yang sangat dianjurkan sebagai pengganti waktu salat.

6. Murajaah Hafalan Al-Qur'an

Perempuan haid dilarang menyentuh mushaf Al-Qur'an, namun tetap diperbolehkan membaca Al-Qur'an melalui hafalan (murajaah) atau membaca tafsir dan terjemahannya.

Bacaan Dzikir dan Doa Mustajab yang Bisa Diamalkan Saat Haid

Untuk menjaga ketenangan hati dan mengumpulkan pundi-pundi pahala, bacalah dzikir dan doa berikut secara rutin selama masa haid:

1. Sayyidul Istighfar (Raja Istighfar)

Beristighfar akan membuka pintu rezeki dan memberi jalan keluar dari kesulitan.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ... (hingga akhir)

Latin Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ 'abduka, wa anâ 'alâ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu...

Artinya: "Ya Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan..."

2. Tasbih, Tahmid, dan Tahlil

Rasulullah SAW bersabda bahwa bertasbih 100 kali akan mendatangkan 1.000 kebaikan (HR Muslim).

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

Artinya: "Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar."

3. Doa Menjemput Lailatul Qadar

Meskipun sedang haid, Anda tetap bisa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA.

اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun yang menyukai orang yang meminta ampunan, karenanya ampunilah aku."

Adab Berdoa bagi Wanita Haid agar Cepat Terkabul

Agar doa-doa yang dipanjatkan di bulan Ramadan lebih mustajab, perhatikan adab-adab berikut ini:

Pilih Waktu Mustajab

Manfaatkan waktu sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, atau di hari Jumat.

Menghadap Kiblat

Tetap jaga adab kesopanan menghadap kiblat meskipun tidak sedang melaksanakan salat.

Awali dengan Pujian dan Shalawat

Selalu buka doa dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Menjaga Kebersihan (Non-Hadas)

Islam sangat mencintai kebersihan. Pastikan tubuh dan pakaian bersih dari najis

Masa haid bukanlah halangan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan niat yang tulus dan mengamalkan ibadah-ibadah di atas, Ramadan detikers akan tetap produktif dan berlimpah pahala. Semoga bermanfaat, ya!




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads