Koperasi Merah Putih (KMP) yang berada di Jalan Sukun, Lingkungan 6, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), tampak tidak beroperasi lagi saat ini. Padahal koperasi tersebut sebelumnya diresmikan secara besar-besaran sebagai percontohan di Sumut.
Pantauan detikSumut di lokasi, bangunan koperasi terlihat sunyi. Pintu dan jendela tertutup rapat, teras dipenuhi debu, bahkan ditumbuhi rumput liar. Di bagian depan masih terpasang plang pangkalan LPG 3 kilogram.
Spanduk bertuliskan "Koperasi Suka Maju " terpasang di sudut bangunan. Plang apotek dan klinik juga masih terlihat, namun kondisi bangunan tampak kumuh dan tidak menunjukkan aktivitas apa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah warga sekitar menyebut koperasi tersebut sudah lama tidak beroperasi. Imran, salah seorang warga setempat, mengatakan koperasi itu tidak bertahan lama setelah peresmian.
"Kayaknya ga sampe sebulan. Paling ini la yang masih jalan untuk tabung gas LPG. Lainnya memang dari awal gada dibuka. Itu ada apotek ada klinik pun ga beroperasi juga, ada obat-obat padahal di dalam tu. Gatau la ya kenapa ini tutup, cuma dari awal malah kaya formalitas aja cuma bentar bukanya," ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Hal serupa disampaikan Dinda, warga lainnya. Ia mengaku sempat mengira koperasi itu hanya tutup sementara, namun kenyataannya selalu dalam kondisi terkunci setiap kali melintas.
"Ada kayaknya sebulan doang buka nya. Awalnya saya kira waktu mau ke sana memang lagi tutup, tapi memang asal lewat jalan itu kok selalu tutup, bener-bener gada orang di situ, gada yang datang, pegawai pun ngga kelihatan. Bahkan pernah besampah di situ," katanya.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena Koperasi Merah Putih sebelumnya diresmikan sebagai program strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.
Anggota DPRD Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Doli, menilai tutupnya KMP di Binjai Barat tidak terlepas dari tidak sinkronnya program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Ia meminta agar Pemkot Binjai melalui Dinas Koperasi dan UMKM melakukan pendampingan serius agar koperasi serupa tidak kembali berhenti beroperasi.
"Kita dorong Pemkot Binjai melalui agar Dinas Koperasi UMKM ikut bantu sukseskan KMP. Ini kan program Bapak Presiden dan KMP Binjai Barat ini percontohan di Sumut dan di resmikan langsung oleh Pak Gubernur Bobby Nasution," kata Ronggur Doli, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, selama ini fraksi Gerindra berkali-kali mendorong agar Pemkot lebih berpihak pada pengembangan koperasi dan UMKM. Ia juga menyinggung kecilnya alokasi anggaran untuk sektor tersebut, padahal pertumbuhan ekonomi masyarakat Binjai banyak ditopang pelaku UMKM.
Ronggur turut mengkritik pernyataan Camat Binjai Barat yang menyebut tutupnya koperasi karena tidak adanya biaya operasional.
"Kacau itu Camat Binjai Barat kalau berpikirnya begitu, wajar program KMP ini mati di Binjai. Pemkot harusnya bisa intervensi pasar agar semua program ini sukses, misalnya melihat peluang menjamurnya MBG di Binjai," ujarnya.
Ia menilai peluang kerja sama dengan dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Binjai seharusnya dapat dimanfaatkan agar koperasi tetap produktif. Pemerintah kota dinilai perlu menjadi penghubung agar koperasi memiliki pasar yang jelas.
Ronggur juga mendorong evaluasi terhadap seluruh pengurus KMP di Binjai agar orientasinya benar-benar pada bisnis kerakyatan.
"Jangan sampai Program Pak Presiden mati di Binjai, kita harus kompak, kolaborasi dan bangun program ini bersama," tuturnya.
Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta Maganghub Kemnaker di detikcom.
