Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Tak Boleh Ada Aktivitas Salat

Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Tak Boleh Ada Aktivitas Salat

Kristina - detikSumut
Selasa, 03 Mar 2026 18:20 WIB
Umat Islam berjalan memasuki kawasan Masjid Dome of the Rock di Komplek Al-Aqsa, kawasan Kota Tua Yerussalem, Kamis (12/2/2026). Komplek Al-Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam tersebut meliputi Masjid Al-Qibli (Kubah Perak), Dome of the Rock (Kubah Emas), Masjid Al-Buraq, dan Mushalla Al-Marwani. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Israel menutup akses masuk ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua, Yerusalem, Palestina. Tidak hanya itu, aktivitas ibadah juga dilarang di tempat tersebut.

Dikutip detikHikmah dari laporan media local Yerusalem Network dan Al-Quds Al-Bawsala, penutupan ini sudah terjadi sejak agresi militer Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

"Untuk hari ketiga berturut-turut, pendudukan terus menutup Masjid Al-Aqsa dan melarang salat di sana," lapor Quds Network seperti dilihat dari media sosialnya, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang diunggah di media sosial Al-Quds Al-Bawsala, Masjid Al-Aqsa terlihat kosong. Area yang biasanya ramai jemaah kini terlihat bersih sejak penutupan akses oleh Israel.

Pasukan pendudukan Israel berdalih penutupan akses Masjid Al-Aqsa untuk "keadaan darurat" terkait perang dengan Iran.

ADVERTISEMENT

"Masjid tampak kosong karena penutupan oleh pendudukan Israel dan pencegahan akses bagi jemaah dengan dalih "keadaan darurat" terkait perang dengan Iran," tulis laporan itu.

Kepada detikHikmah seorang pelancong dari Indonesia di Palestina turut mengonfirmasi penutupan akses Masjid Al-Aqsa di Yerusalem usai meningkatnya eskalasi antara Israel dan Iran.

"Sudah tiga hari nggak ada salat Tarawih, nggak ada aktivitas sama sekali. Yang ditutup nggak cuma Al-Aqsa-nya aja tapi Kota Tua-nya juga. Jadi yang toko-toko ditutup semua," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Kantor berita WAFA turut melaporkan, penutupan Masjid Al-Aqsa bertepatan dengan pengumuman militer Israel tentang penutupan Tepi Barat, beberapa jam setelah serangan skala besar yang dilancarkan Israel dan Amerika terhadap Iran.

"Pasukan pendudukan telah menutup Masjid Al-Aqsa pada Sabtu pagi, memaksa para jemaah pergi dan mencegah pelaksanaan salat Isya dan Tarawih," lapor WAFA, Senin (2/3/2026).

Israel dilaporkan mengerahkan pasukan besar-besaran di sekitar kompleks dan gerbang Kota Tua. Mereka juga melarang warga Palestina memasuki halaman masjid.

Penutupan total Masjid Al-Aqsa pada bulan Ramadan ini memperdalam kekhawatiran muslim. Dilansir Middle East Eye (MEE), salah seorang pekerja di Wakaf Islam Yerusalem, lembaga yang ditunjuk Yordania untuk mengawasi pengelolaan kompleks Masjid Al-Aqsa, mengatakan "situasi di masjid sangat buruk".

Anggota Dewan Wakaf Islam di Yerusalem, Dr. Mustafa Abu Sway, turut menyuarakan kekhawatirannya atas penutupan akses Masjid Al-Aqsa yang biasanya melayani ratusan ribu jemaah. Menurutnya ada perubahan dramatis di bawah strategi terbaru yang diterapkan Israel.

"Saya tidak ingat pernah ada penutupan seperti ini sebelumnya. Realitas baru di Al-Aqsa, yang selama ini kita khawatirkan, kini telah terwujud," ujar profesor yang mengajar di Masjid Al-Aqsa itu, seperti dikutip dari MEE.

Masjid Al-Aqsa menduduki posisi penting di hati umat Islam. Masjid yang terletak di Kota Tua Yerusalem atau Al-Haram Asy-Syarif ini menyimpan sejarah panjang bagi Islam. Masjid ini menjadi kiblat pertama umat sebelum berpindah ke Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah.

Masjid Al-Aqsa juga menjadi saksi perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Isra Miraj.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Setelah Ditutup 40 Hari, Kini Masjid Al Aqsa Kembali Dibuka"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads