Berbuka puasa kerap jadi momen "balas dendam" setelah seharian menahan lapar dan haus. Tak heran, aneka takjil manis dan gorengan sering jadi pilihan utama.
Padahal, pola buka puasa yang kurang tepat bisa memicu lonjakan gula darah hingga gangguan pencernaan. Akibatnya berat badan bukannya turun di bulan Ramadan, tapi justru naik.
Agar tubuh tetap bugar selama Ramadan, dokter menyarankan memilih takjil yang lebih sehat dan bernutrisi. Selain mengembalikan energi secara bertahap, pilihan menu yang tepat juga membantu menjaga berat badan tetap stabil dan ibadah puasa pun terasa lebih ringan.
Rekomendasi Takjil Sehat untuk Buka Puasa
Baru-baru ini dr. Dion Haryadi, dokter yang rutin membagikan edukasi gizi dan tips kebugaran di Instagram (01/03/2026), mengungkap lima takjil terbaik untuk buka puasa.
Lima rekomendasinya ini tak hanya untuk membatalkan puasa saja, tetapi juga mendukung kebutuhan protein dan hidrasi tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
1. Air Kelapa
Air kelapa dinilai sebagai minuman alami yang efektif untuk memulihkan kondisi tubuh saat berbuka puasa. Kandungan gula alaminya tidak terlalu tinggi, tapi cukup untuk membantu mengembalikan energi. Selain itu, air kelapa kaya elektrolit dan mineral yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
dr. Dion menyebut minuman ini cocok dikonsumsi mereka yang aktif berolahraga di bulan puasa karena mampu mengganti cairan yang hilang melalui keringat. Selain sehat, air kelapa juga ringan di lambung sehingga tidak menimbulkan rasa begah di perut.
"Gulanya ada, tapi nggak terlalu banyak. Terus air kelapa bisa bantu hidrasi juga, ada mineral yang bagus buat tubuh," ungkapnya.
2. Yogurt dan Susu
Yogurt dan susu termasuk pilihan takjil yang mengandung protein serta berbagai zat gizi penting. dr. Dion menyarankan agar orang-orang memilih yogurt rendah gula dan bukan jenis minuman yogurt dengan tambahan pemanis tinggi.
Yogurt dapat dipadukan potongan buah yang cocok untuk jadi menu takjil, sedangkan susu bisa dikombinasikan dengan oat untuk menu sederhana seperti overnight oats. Bagi yang ingin mengurangi asupan kalori, tersedia pilihan susu rendah lemak atau skim.
Produk tanpa rasa tambahan juga dianjurkan untuk menjaga asupan gula tetap terkendali. Kombinasi protein dan karbohidrat dari menu ini membantu memperpanjang rasa kenyang sekaligus menjaga kestabilan energi setelah berbuka puasa.
3. Whey Protein
Whey protein menjadi rekomendasi takjil berikutnya dari dr. Dion karena praktis dan tinggi kandungan protein. Dalam satu takaran saji di whey protein, umumnya terdapat sekitar 20 gram protein yang membantu memenuhi kebutuhan harian, terutama selama Ramadan ketika pola makan berubah.
dr. Dion menjelaskan bahwa whey protein mudah dikombinasikan, misalnya dengan air kelapa atau susu, sehingga memberikan manfaat ganda berupa hidrasi dan asupan protein.
"Nah kenapa whey protein? Karena ini salah satu sumber protein yang paling gampang buat dibikin. Satu scoopnya kamu udah dapet sekitar 20-an gram protein," jelasnya.
Bagi orang-orang yang yang tidak mengonsumsi produk susu, tersedia pula pilihan protein bubuk non-dairy di pasaran. Konsumsi protein yang cukup saat berbuka berperan penting dalam menjaga massa otot, mempercepat pemulihan, serta membantu mengontrol rasa lapar berlebihan.
Simak Video "Video: Kata Anies Usai Buka Puasa Bareng Puan-Surya Paloh di DPP NasDem"
(astj/astj)