Berbuka puasa dengan buah kurma merupakan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa Nabi biasa berbuka dengan kurma segar, atau kurma kering, sebelum menunaikan salat Magrib.
Rasulullah SAW
ΩΨ§Ω Ψ±Ψ³ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ο·Ί ΩΩΩΩΨ·ΩΨ±Ω ΨΉΩΩ Ψ±ΩΨ·ΩΨ¨ΩΨ§ΨͺΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ£ΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩΩΨ ΩΨ₯ΩΩ ΩΩ Ω ΨͺΩΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ·ΩΨ¨ΩΨ§ΨͺΩ ΩΩΨͺΩΩ ΩΩΩΨ±ΩΨ§ΨͺΩΨ ΩΨ₯ΩΩ ΩΩ Ω ΨͺΩΩΩΩΩ ΨΩΨ³ΩΨ§ ΨΩΨ³ΩΩΩΨ§ΨͺΩ Ω ΩΩΩ Ω ΩΨ§Ψ‘Ω
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasulullah SAW biasa berbuka puasa dengan beberapa butir kurma basah sebelum salat. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air."
(HR. Abu Dawud no. 2356 dan At-Tirmidzi no. 696)
Selain mengikuti teladan Nabi, kurma juga bermanfaat bagi kesehatan karena cepat mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa.
Dilansir dari laman Kemenkes, tentang manfaat kurma bagi kesehatan saat bulan Ramadan. Kurma menjadi salah satu makanan yang paling identik dengan bulan Ramadan, hampir di setiap waktu berbuka puasa buah berwarna cokelat dengan rasa manis alami ini selalu hadir di meja makan umat muslim.
Namun, kurma bukan sekadar tradisi turun-temurun. Di balik kebiasaannya, kurma memiliki makna religius, manfaat kesehatan, serta anjuran khusus dalam ajaran Islam yang menjadikannya istimewa selama Ramadan.
Makna Kurma dalam Bulan Ramadan
Kurma memiliki makna mendalam dalam Islam, terutama karena erat kaitannya dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW dikenal membiasakan diri berbuka puasa dengan kurma sebelum menunaikan salat Magrib.
Makna kurma dalam Ramadan tidak hanya simbol kesederhanaan, tetapi juga mencerminkan kepatuhan terhadap sunnah serta pengingat akan nikmat Allah SWT yang sederhana namun penuh keberkahan.
Manfaat Kurma untuk Kesehatan saat Puasa
Selain bernilai ibadah, kurma juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang sangat dibutuhkan tubuh selama berpuasa, di antaranya:
1. Sumber Energi Cepat
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang mudah diserap tubuh. Kandungan ini membantu mengembalikan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa.
2. Menjaga Kadar Gula Darah
Meskipun rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah secara drastis saat berbuka.
3. Melancarkan Pencernaan
Kurma kaya akan serat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, mencegah sembelit, serta mendukung kerja usus selama pola makan berubah di bulan Ramadan.
4. Menjaga Keseimbangan Elektrolit
Kandungan mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium dalam kurma membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah rasa lemas akibat dehidrasi.
5. Baik untuk Kesehatan Jantung
Kurma mengandung antioksidan seperti flavonoid dan fenolik yang membantu melindungi jantung serta menurunkan risiko peradangan.
Anjuran Mengonsumsi Kurma Saat Ramadan
Dalam Islam, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa sangat dianjurkan. Selain mengikuti sunnah Nabi, kurma juga membantu tubuh beradaptasi secara perlahan setelah menahan lapar dan haus.
Para ulama dan ahli kesehatan menyarankan:
β’ Mengonsumsi 1-3 butir kurma saat berbuka puasa
β’ Mengunyah kurma secara perlahan agar sistem pencernaan tidak "kaget"
β’ Mengombinasikan kurma dengan air putih untuk membantu rehidrasi tubuh
Kebiasaan ini dinilai lebih sehat dibandingkan langsung mengonsumsi makanan berat atau minuman tinggi gula buatan.
Artikel ditulis Olivia Andrea, peserta maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video Pramono Jamin Stok Daging-Beras di Jakarta Aman Jelang Ramadan "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































