Kenapa Orang Lapar Gampang Marah? Ini Penjelasaan Ilmiahnya

Kenapa Orang Lapar Gampang Marah? Ini Penjelasaan Ilmiahnya

Rindi - detikSumut
Minggu, 01 Mar 2026 09:00 WIB
Angry screaming male driver driving car. Driving training and fear of traffic car traffic concept
Foto: Getty Images/ozgurcankaya
Medan -

Umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya menahan lapar dan harus, tapi juga mengendalikan emosi dan hawa nafsu. Lalu apa benar lapar menyebabkan orang gampang marah?

Ahli Psikologi Klinis, Sairah, menjelaskan bahwa kondisi lapar menyebabkan penurunan gula darah yang akan memicu kerja otak yang mengontrol emosi menjadi kurang maksimal.

"Kalau kondisi lapar, karena penurunan gula darah atau secara kebutuhan tubuh, di situlah kerja otak Prefrontal Cortex yaitu otak bagian depan yang mengontrol emosi jadi kurang optimal dan hormon cortisol nya meningkat," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sairah, agama dan psikologis manusia berhubungan erat. Untuk itu bagi umat muslim yang menjalankan puasa dapat menjadikannya sebagai salah satu momen untuk belajar meregulasi emosi dengan baik.

ADVERTISEMENT

"Agama dengan psikologis sangat erat hubungannya, meregulasi emosi dengan cara berpuasa, pembiasaan yang mau diaktifkan dan dijadikan habituation," jelasnya.

Untuk meregulasi emosi tersebut maka kita harus terlebih dulu ulu mengenali emosi dalam diri, yaitu emosi negatif atau emosi positif dan mencari penyebab nya.

"Kita harus mengenali emosi kita dulu, ada emosi positif ada emosi negatif. Idealnya emosi dalam kondisi stabil ketika kita punya hubungan bagus dengan Tuhan dan hubungan baik dengan lingkungan sekitar, ketika ada yang salah dengan kedua ini itu yang menyebabkan emosi menjadi tidak stabil," tuturnya.

Untuk itu Sairah menjelaskan meskipun sedang dalam kondisi lapar, tetap bisa mencoba meregulasi emosi dengan menjaga fikiran yang positif.

"Kemudian ada mindfullness, memaknai fikiran kemudian menjaga fikiran untuk terus berpositif thinking," tutupnya.

Artikel ditulis Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads